SOLOBALAPAN, NASIONAL — Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah tegas dengan merombak total jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan mengejutkan ini berujung pada pencopotan Dadan Hindayana dari posisinya sebagai Kepala BGN.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membeberkan bahwa langkah pemecatan ini bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak.
Pemerintah telah memantau dan menemukan sejumlah "borok" atau masalah berat selama lembaga tersebut beroperasi.
Tiga Catatan Merah Selama 1,5 Tahun Evaluasi
Berdasarkan proses monitoring dan evaluasi yang telah berjalan selama hampir satu setengah tahun, pemerintah menemukan sejumlah pelanggaran fatal.
Catatan merah inilah yang menjadi dasar kuat bagi Presiden Prabowo untuk segera menyegarkan lini kepemimpinan BGN.
Berikut adalah tiga poin masalah utama yang menjadi sorotan serius pemerintah:
-
Pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP): Ditemukan ketidakdisiplinan yang parah dari jajaran pengurus lama dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan.
-
Tata Kelola Organisasi yang Buruk: Manajemen internal BGN dinilai masih berantakan, sehingga menghambat program strategis nasional untuk berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
-
Kualitas Makanan MBG Tidak Konsisten: Terjadi kelalaian fatal terkait penjagaan kualitas mutu makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada para penerima manfaat di lapangan.
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola. Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," tegas Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Prasetyo, standar mutu makanan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar, mengingat program ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan.
Susunan Pimpinan Baru BGN
Guna membersihkan dan memperbaiki berbagai masalah yang menumpuk tersebut, Presiden Prabowo langsung menunjuk nama-nama baru untuk mengisi struktur puncak Badan Gizi Nasional.
Penyegaran ini tidak hanya menyasar posisi Kepala, tetapi juga kursi Wakil Kepala BGN.
Berikut adalah perubahan struktur pimpinan Badan Gizi Nasional:
| Jabatan di BGN | Pejabat Lama (Dicopot) | Pejabat Baru (Pengganti) |
| Kepala BGN | Dadan Hindayana | Nanik S Deyang |
| Wakil Kepala BGN | Lodewik Kusung | Agustina Arumsari |
| Wakil Kepala BGN | Soni Sanjaya | Mayjen TNI Trenggono |
Pergantian jajaran pimpinan ini diharapkan mampu menjadi momentum perbaikan menyeluruh.
Pemerintah berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat realisasi program prioritas di bidang gizi guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depannya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo