SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Badan Gizi Nasional (BGN) pasca-pencopotan Dadan Hindayana akhirnya terjawab.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Pengumuman restrukturisasi organisasi ini disampaikan langsung oleh jajaran menteri terkait di Kompleks Istana Kepresidenan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan mutasi kepemimpinan ini diambil setelah melalui proses pertimbangan yang matang dari kepala negara.
"Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," beber Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Selasa (2/5).
Untuk mendampingi jalannya roda organisasi, Presiden Prabowo juga merombak jajaran wakil kepala dengan menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat konsolidasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengawal distribusi program pemenuhan gizi nasional di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pemakaman Warga Obesitas di Karanganyar Libatkan Crane dan Tim Gabungan
Rekam Jejak Karier Nanik S Deyang: Dari Jurnalis Senior hingga Posisi Strategis Negara
Nanik S. Deyang lahir pada 3 Januari 1968 di Madiun, Jawa Timur.
Jauh sebelum meniti karier di birokrasi pemerintahan, sosoknya lebih dulu dikenal luas di dunia jurnalistik nasional.
Ia merupakan mantan jurnalis senior yang memiliki pengalaman panjang dalam industri media massa, baik di level redaksional maupun manajemen operasional perusahaan.
Berikut adalah perjalanan karier profesional dan organisasi yang pernah dilalui oleh Nanik S. Deyang:
-
1989: Mengawali karier profesional sebagai wartawan di Persda-Kompas.
-
Karier Media: Menjadi wartawan di Tabloid Bangkit, dilanjutkan menjabat sebagai CEO Kresna Media & Majalah Prospektif.
-
2005–2009: Dipercaya mengemban amanah sebagai salah satu Direktur MNC.
-
Manajemen Media Eksekutif: Tercatat pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media cetak nasional seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Di luar aktivitasnya dalam dunia pers, nama Nanik mulai dikenal luas secara politis ketika dirinya aktif terlibat dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada kontestasi Pilpres 2019.
Saat itu, ia mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Kiprah sosialnya juga terlihat melalui perannya sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah organisasi kemasyarakatan yang fokus bergerak memberikan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat rentan.
Namun, namanya juga sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2018 ketika ia dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam penanganan kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan di Klaten Tembus 400 Hektar, Ketahanan Pangan Mulai Terancam
Jejak Pengabdian di Pemerintahan Kabinet Merah Putih
Kepercayaan Presiden Prabowo Subianto terhadap kapasitas kepemimpinan Nanik dibuktikan dengan penempatan dirinya pada sejumlah posisi penting di badan negara sejak tahun 2024.
Secara kronologis, berikut adalah rekam jejak pengabdian Nanik S. Deyang di lingkungan instansi pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN):
-
Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin): Dilantik langsung berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 untuk masa bakti periode 2024-2029.
-
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero): Ditunjuk menduduki kursi dewan komisaris pada bulan Juni 2025. Pengangkatan ini didasarkan pada keputusan bersama para pemegang saham emiten migas negara tersebut.
-
Wakil Kepala BGN: Pada tanggal 17 September 2025, ia resmi diangkat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, sekaligus diberhentikan secara hormat dari jabatannya di BP Taskin.
Atas segala dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan kepada bangsa dan negara, Nanik S. Deyang dianugerahi penghargaan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama oleh Presiden pada Agustus 2025 lalu.
Penghargaan bergengsi ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Baca Juga: Sinopsis Lengkap Film Evil Dead Burn 2026: Babak Baru Teror Deadites yang Lebih Emosional
Target Besar di Kursi Kepala Badan Gizi Nasional
Peralihan posisi dari Wakil Kepala menjadi Kepala BGN membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar bagi Nanik S. Deyang.
Pihak Istana menegaskan bahwa pergantian pimpinan ini merupakan bagian dari hasil pemantauan dan evaluasi kinerja organisasi secara berkala.
Pemerintah menaruh harapan besar agar jajaran pimpinan yang baru dapat segera melakukan akselerasi program serta melakukan perbaikan tata kelola demi menghadirkan asas akuntabilitas dalam program MBG.
"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
"Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia," lanjutnya. (lz)