SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Dinamika komunikasi politik di tingkat elite nasional pasca-pergantian kepemimpinan negara rupanya tidak ambil pusing oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Mantan orang nomor satu di Indonesia itu justru memberikan respons yang sangat santai terkait beredarnya potongan video viral di media sosial mengenai pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam rekaman video yang memicu perbincangan hangat di kalangan netizen tersebut, mikrofon Dasco diduga bocor dalam sebuah forum resmi dan memperdengarkan ucapan bernada kelakar politik, "Asal jangan teriak hidup Jokowi."
Menjawab dengan Satir: Lebih Pilih Hidup Sehat ketimbang 'Hidup Jokowi'
Saat dimintai konfirmasi oleh awak media di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Jokowi menyikapi isu tersebut tanpa ketegangan sedikit pun. Alih-alih merasa tersinggung atau melempar serangan balik, tokoh asal Solo ini justru membalasnya dengan kelakar satir khasnya.
"Sekarang ini kalau ada pilihan antara hidup sehat atau 'hidup Jokowi', saya pribadi lebih memilih untuk hidup sehat," ujar Jokowi sembari tersenyum lebar, Senin (25/5).
Tampil kasual dengan ciri khas kemeja putih yang dipadukan dengan topi putih, Jokowi menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini pasca-purnatugas adalah menikmati masa pensiun dengan tenang dan menjaga kondisi kesehatan fisik, jauh dari hiruk-pikuk perebutan panggung politik Jakarta.
Ketika ditegaskan kembali oleh jurnalis apakah dirinya merasa tersinggung dengan statement Dasco, Jokowi mengaku menganggapnya sebagai hal yang biasa dan normal.
Kontras Politik: Sentilan di Jakarta, Banjir Dukungan Nyata di Solo
Meskipun di tingkat elite namanya mulai dijadikan bahan kelakar, realitas di akar rumput menunjukkan hal yang sebaliknya. Pantauan di lapangan membuktikan bahwa pesona dan magnet sosial seorang Jokowi belum pudar sama sekali di tanah kelahirannya.
Fenomena mengularnya antusiasme warga di kediaman Sumber ini menjadi bukti empiris bahwa pengaruh figur Jokowi masih sangat mengakar kuat di Solo.
Bagi para loyalisnya, status purnatugas tidak mengurangi rasa hormat mereka terhadap capaian pembangunan yang telah ia torehkan selama satu dekade memimpin Indonesia.
Sikap legawa yang ditunjukkan Jokowi dalam merespons celetukan Sufmi Dasco Ahmad kali ini dinilai pengamat sebagai langkah taktis untuk meredam potensi gesekan antarpendukung di tingkat bawah, sekaligus mengirim pesan bahwa dirinya telah selesai dengan urusan kekuasaan. (dam/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto