SOLOBALAPAN.COM - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang dirilis pada 2026.
Dari laporan terbaru tersebut, total kekayaan Gibran tercatat mencapai Rp27,9 miliar atau tepatnya Rp27.915.654.176.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding laporan sebelumnya yang berada di angka Rp27,5 miliar. Kenaikan aset itu terutama berasal dari kas dan setara kas yang meningkat, sementara koleksi kendaraan pribadinya masih sama seperti tahun sebelumnya.
Mayoritas harta Gibran berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Surakarta dan Sragen dengan total nilai mencapai Rp17,4 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki surat berharga senilai Rp5,5 miliar, harta bergerak lainnya Rp280 juta, serta kas dan setara kas lebih dari Rp4,3 miliar.
Menariknya, isi garasi putra sulung Presiden ke-7 RI itu tetap menjadi sorotan publik.
Meski menjabat sebagai Wakil Presiden, koleksi kendaraan Gibran tergolong sederhana dan didominasi kendaraan harian.
Dalam laporan LHKPN terbaru, Gibran tercatat memiliki tujuh kendaraan yang terdiri dari tiga motor dan empat mobil dengan total nilai sekitar Rp286,5 juta.
Berikut daftar kendaraan pribadi milik Gibran Rakabuming Raka:
-
Honda Scoopy tahun 2015 senilai Rp6,5 juta
-
Honda CB-125 tahun 1974 senilai Rp5 juta
-
Royal Enfield tahun 2017 senilai Rp40 juta hingga Rp75 juta dalam beberapa rincian laporan
-
Toyota Avanza tahun 2016 senilai Rp75 juta
-
Toyota Avanza tahun 2012 senilai Rp50 juta
-
Isuzu Panther tahun 2012 senilai Rp55 juta
-
Daihatsu Gran Max tahun 2015 senilai Rp55 juta
- Baca Juga: 4 Alasan Persib Bandung Dihantam Sanksi Berat AFC: Denda Rp3,5 Miliar hingga Larangan Penonton, Ini Penyebabnya!
Koleksi kendaraan tersebut seluruhnya tercatat sebagai hasil sendiri. Tidak terlihat adanya mobil mewah premium maupun supercar dalam daftar alat transportasi dan mesin milik Gibran.
Selain kendaraan, aset terbesar Gibran tetap berasal dari properti. Ia memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Surakarta dan Sragen.
Salah satu aset dengan nilai tertinggi adalah tanah dan bangunan seluas 500 meter persegi di Surakarta yang ditaksir mencapai Rp6 miliar.
Laporan terbaru ini juga menunjukkan bahwa Gibran tidak memiliki utang. Dengan demikian, total kekayaannya tercatat utuh tanpa pengurangan kewajiban pinjaman.
Kenaikan nilai harta sekitar Rp395 juta dibanding tahun sebelumnya pun ikut menjadi perhatian publik, terutama karena sebagian besar aset kendaraan justru mengalami penurunan nilai taksiran akibat depresiasi usia kendaraan. (lz)
Editor : Laila Zakiya