Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Nasib Indri Wahyuni Imbas Kontroversi Juri LCC 4 Pilar yang Viral, MPR RI Minta Maaf dan Tindak Tegas

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:32 WIB
Indri Wahyuni.
Indri Wahyuni.

SOLOBALAPAN, PENDIDIKAN — Teka-teki mengenai nasib Indri Wahyuni, juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang viral karena menyalahkan artikulasi peserta, akhirnya terjawab.

Pihak Sekretariat Jenderal MPR RI mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Indri Wahyuni beserta seluruh juri yang bertugas dalam babak final di Kalimantan Barat tersebut.

Keputusan ini diambil menyusul gelombang protes netizen yang menilai penilaian juri terhadap tim SMAN 1 Pontianak tidak objektif dan cenderung tidak fair.

Resmi Dinonaktifkan oleh MPR RI

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (12/5/2026), MPR RI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan peserta lomba.

Baca Juga: Mengenal Josepha Alexandra, Siswi Pintar yang "Speak Up" di Panggung LCC 4 Pilar Kalbar Hingga Tuai Dukungan Netizen

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang terjadi, panitia pusat memutuskan untuk membebastugaskan para personel yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya.

“Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR RI melalui akun Instagram @mprgoid.

Penonaktifan ini berlaku bagi seluruh tim juri yang terlibat dalam insiden tersebut, termasuk Indri Wahyuni yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI dalam kapasitasnya sebagai dewan juri di lapangan.

Poin Evaluasi Menyeluruh

Insiden "artikulasi tidak jelas" yang menimpa siswa SMAN 1 Pontianak menjadi pelajaran berharga bagi lembaga tinggi negara tersebut.

Selain sanksi penonaktifan, MPR RI berkomitmen melakukan perbaikan sistemik agar kejadian serupa tidak terulang, meliputi:

Kilas Balik Polemik Artikulasi

Sebelumnya, Indri Wahyuni menjadi sasaran kritik tajam setelah memberikan nilai -5 kepada tim SMAN 1 Pontianak.

Meskipun jawaban yang diberikan benar secara konstitusional, Indri berdalih artikulasi peserta tidak terdengar jelas oleh juri.

Ironisnya, tim SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa justru dinyatakan benar dan mendapat poin penuh.

 Pernyataan Indri yang menyebutkan bahwa "pengurangan nilai adalah hak juri jika artikulasi tidak jelas" dianggap publik sebagai sikap yang kaku dan tidak profesional dalam sebuah kompetisi akademik tingkat nasional.

Dengan adanya keputusan penonaktifan ini, diharapkan integritas ajang LCC 4 Pilar ke depannya dapat terjaga dan menjadi ruang kompetisi yang lebih menjunjung tinggi nilai sportivitas serta kejujuran bagi seluruh pelajar di Indonesia.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Indri Wahyuni #LCC 4 Pilar #MPR RI #viral