Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Kontroversi Juri LCC 4 Pilar MPR di Kalbar: Jawaban Benar Disalahkan, Peserta Malah Diminta Cek Tayangan Ulang

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:17 WIB
2 juri jadi sorotan di LCC 4 Pilar, cerdas cermat yang digelar MPR RI di Kalbar, salah satunya sosok Indri Wahyuni (kanan). (X)
2 juri jadi sorotan di LCC 4 Pilar, cerdas cermat yang digelar MPR RI di Kalbar, salah satunya sosok Indri Wahyuni (kanan). (X)

SOLOBALAPAN, VIRAL — Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat SMA di Kalimantan Barat yang berlangsung Sabtu (9/5/2026) mendadak viral dan memicu amarah warganet.

Alih-alih menjadi ajang adu kecerdasan yang menjunjung sportivitas, kompetisi ini justru dinodai oleh kontroversi penilaian dewan juri yang dianggap tidak teliti dan tidak objektif.

Perdebatan panas terjadi saat tim dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban yang secara hukum dan konstitusi sudah benar, namun justru diganjar pengurangan poin oleh juri.

Baca Juga: MPR RI Turun Tangan Minta Maaf, Ini Profil Indri Wahyuni Juri LCC 4 Pilar yang Salahkan Artikulasi Peserta Cerdas Cermat Kalbar

Kronologi Jawaban yang "Dianulir"

Insiden bermula saat pembawa acara melemparkan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab:

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dengan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Secara mengejutkan, juri Dyastasita (Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI) menyatakan jawaban tersebut keliru dan memberikan nilai -5.

Namun, saat peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang secara substansi dan redaksi sama persis, juri justru membenarkannya dan memberikan tambahan 10 poin.

Gelagat Juri yang Menolak Kritik

Sadar akan ketidakadilan tersebut, peserta dari SMAN 1 Pontianak langsung melayangkan protes.

Bukannya mengecek ulang atau mendengarkan masukan, dewan juri justru memberikan pembelaan yang memicu kritik lebih luas:

  1. Mengklaim Perbedaan yang Tidak Ada: Juri Dyastasita bersikeras bahwa SMAN 1 Pontianak tidak menyebutkan "Dewan Perwakilan Daerah", padahal dalam rekaman video jelas terdengar frasa tersebut diucapkan.

  2. Menyalahkan Artikulasi: Juri lainnya, Indri Wahyuni, justru menyalahkan cara bicara peserta. Ia menyebut artikulasi peserta kurang jelas, sehingga juri berhak mengurangi nilai jika mereka tidak mendengar kata-kata tertentu.

  3. Final Tanpa Koreksi: Meskipun peserta menantang untuk mengecek pendapat penonton atau bukti lain, juri menegaskan keputusan mereka bersifat final.

  4. Bahkan pembawa acara menyebut bahwa klaim peserta mungkin hanya "perasaan" mereka saja dan menyarankan untuk melihat tayangan ulang setelah acara usai.

MPR RI Sampaikan Permohonan Maaf

Viralnya video ini di berbagai platform media sosial membuat pihak MPR RI tidak tinggal diam.

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri dalam babak final tingkat Provinsi Kalbar tersebut.

Pihak MPR RI berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan dan kinerja juri yang bertugas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Bagi masyarakat dan pendidik, insiden ini menjadi catatan kelam bahwa ketelitian juri dalam kompetisi tingkat nasional adalah hal yang mutlak agar tidak mematikan semangat dan kepercayaan diri para siswa berprestasi.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Kalbar #LCC 4 Pilar MPR #kontroversi