Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tak Sekadar Ujian, Kethoprak “Geger Pasar Bahulak” Bawa Cerita Kehidupan Masyarakat Desa

Laila Zakiya • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:08 WIB
 Adegan Kyai Karang sedang menasehati warga yang cekcok hanya karna berbeda pendapat  (Dok. Khairul Rizam)
 Adegan Kyai Karang sedang menasehati warga yang cekcok hanya karna berbeda pendapat  (Dok. Khairul Rizam)

 

SOLOBALAPAN.COM - Gemuruh suara pengunjung yang berlalu lalang di Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kabupaten Sragen, mendadak berubah menjadi ruang pertunjukan rakyat saat mahasiswa Program Studi Teater ISI Surakarta pentas kethoprak berjudul “Geger Pasar Bahulak” pada Minggu, 10 Mei 2026.

Di tengah aktivitas jual beli, para aktor membangun cerita tentang kehidupan warga desa yang penuh konflik, keresahan hingga nasihat tentang kehidupan.

Lakon “Geger Pasar Bahulak” sendiri mengangkat sosok Kyai Karang sebagai tokoh penting di Desa Karungan.

Dalam cerita tersebut, Kyai Karang hadir sebagai sosok penengah yang menyelesaikan berbagai persoalan warga yang terjadi di tengah kehidupan pasar.

Sosok tersebut tidak hanya menjadi tokoh dalam pertunjukan, namun juga dipercaya masyarakat sebagai figur penting dalam sejarah desa.

Cerita dimulai dari konflik warga yang memperdebatkan persoalan tanah dan alam. Sebagian warga menganggap tanah harus dimanfaatkan demi kebutuhan hidup, sementara yang lain percaya alam harus dijaga dan tidak boleh dirusak sembarangan.

Beberapa saat kemudian hadirlah Kyai Karang yang menasihati warga bahwa alam memang boleh dimanfaatkan, tetapi manusia tetap harus mengetahui batas agar tidak merusak keseimbangan kehidupan.

Baca Juga: Pemeran Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Siapa? Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu yang Tak Jelas Sumbernya

Konflik mulai memuncak saat memasuki babak tentang para penjudi, preman pasar dan penjual minyak yang merasa kesal terhadap para penjual menaikkan harga ketika pengunjung bertambah padat.

Ketegangan semakin terasa ketika para warga dan pedagang saling berdebat mengenai harga yang terus naik. Perdebatan yang awalnya hanya berupa adu mulut berubah menjadi baku hantam di tengah keramaian pasar.

Di saat itulah, Kyai Karang hadir kembali untuk melerai pertengkaran warga. Tokoh tersebut memberikan nasihat agar masyarakat tetap bersikap bijaksana dalam menghadapi persoalan ekonomi dan tidak mudah terpancing emosi.

Kehadiran tokoh Kyai Karang dalam cerita menjadi simbol penengah yang mencoba menjaga keseimbangan kehidupan warga desa di tengah berbagai konflik sosial yang terjadi.

Allen, mahasiswa semester 6  yang memerankan tokoh Kyai Karang, mengaku memiliki tantangan tersendiri saat membawakan karakter tersebut. 

“Jujur berat sih membawakan tokoh ini, karna Kyai Karang memang tokoh penting dari desa. Jika salah berucap bisa-bisa didemo satu kampung,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga: “Mabuk Laut” di Jantung Kota: Menyelami Gelombang Surf Rock The Panturas yang Tak Pernah Surut

Warga setempat meyakini beberapa nama dukuh di wilayah tersebut berasal dari pemberian Kyai Karang pada masa lampau.

Hal itulah yang membuat tokoh tersebut terasa dekat dengan masyarakat dan semakin menghidupkan suasana pertunjukan ketika dimainkan langsung di tengah Pasar Bahulak.

Dr. Eko Wahyu Prihantoro S.Sn, M.Sn selaku dosen sekaligus penulis naskah “Geger Pasar Bahulak” menjelaskan kepada para aktor bahwa Kyai Karang itu seorang yang mempunyai tekad yang kokoh serta keras kepalanya sekeras batu karang, tidak takut dengan jajahan Belanda.

“Kyai Karang kui wong seng duwe adheg-adheg atos koyo dene atose karang, ora wedi mungsuh Walanda lan nganti njenengi padukuhan-padukuhan seng neng kene,” jelasnya dalam bahasa Jawa.

Melalui lakon “Geger Pasar Bahulak”, mahasiswa Teater ISI Surakarta tidak hanya menampilkan pertunjukan kethoprak sebagai bagian dari ujian akhir semester, tetapi juga membawa cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat desa.

Konflik tentang alam, ekonomi hingga hubungan sosial yang diangkat dalam pertunjukan akrab dengan kehidupan sehari-hari warga. Di tengah pasar tradisional yang dipenuhi aktivitas masyarakat, Kyai Karang hadir sebagai bagian dari sejarah desa Karungan. (ags/lz)

Artikel ini ditulis oleh Agus S, mahasiswa jurusan Teater ISI Surakarta

 

Editor : Laila Zakiya
#seni #budaya #teater #kethoprak