SOLOBALAPAN.COM – Kasus dugaan pencabulan santriwati yang menyeret nama pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Kyai Ashari, terus menjadi sorotan publik.
Di tengah berkembangnya penyidikan, perhatian warganet kini juga tertuju pada sosok istri Ashari yang disebut tinggal di lingkungan pondok pesantren.
Pertanyaan mengenai posisi dan keberadaan sang istri mencuat setelah sejumlah pengakuan korban dan mantan jamaah mulai terungkap ke publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah keluarga mengetahui dugaan tindakan asusila yang terjadi di dalam lingkungan pondok.
Nama Kyai Ashari sendiri sebelumnya dikenal luas sebagai pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah. Pesantren tersebut dikenal memiliki program tahfidz Al-Qur’an gratis yang menarik banyak santri dari berbagai daerah.
Namun kini, pondok pesantren itu justru menjadi pusat perhatian setelah Ashari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.
Baca Juga: Final Liga Champions Arsenal vs PSG Dimajukan Tiga Jam, UEFA Ingin Malam Final Jadi Pesta Keluarga
Sosok Istri Kyai Ashari Mulai Dipertanyakan
Perbincangan mengenai istri Ashari muncul usai salah satu korban bernama Tari menceritakan kehidupan pribadi sang pengasuh pondok dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo.
Dalam pengakuannya, Tari mengungkap bahwa Ashari telah memiliki istri dan anak. Bahkan, istrinya disebut tinggal di lingkungan pesantren yang sama.
"Sudah," jawab Tari saat ditanya apakah Ashari telah menikah.
"Loh ada istrinya? tinggal di situ istrinya?" tanya Densu lagi.
"Tapi (Ashari) enggak pernah tidur bersama istrinya," pungkas Tari.
Keterangan tersebut kemudian diperkuat oleh Pak Di, mantan jamaah sekaligus ayah dari salah satu korban.
"Di situ ya punya istri, sudah lama nikah, ya seumuran, sudah punya anak empat, sudah punya cucu," sambung Pak Di.
"(Umur istrinya) 40-an," ujar Tari.
Pengakuan itu memicu berbagai spekulasi publik terkait apakah keluarga mengetahui aktivitas Ashari di dalam pondok pesantren.
Baca Juga: PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions, Luis Enrique Bicara Jalan Terjal
Dugaan Modus dan Pengakuan Korban
Kasus ini makin menyita perhatian setelah sejumlah korban mulai buka suara terkait dugaan perlakuan Ashari terhadap santriwati.
Korban mengaku terdapat perlakuan berbeda terhadap santri perempuan tertentu, terutama yang dianggap dekat dengan Ashari.
"Pernah suatu waktu, aku tanya sama pak Yai itu 'kenapa si mba ini mukanya kurang cantik kok enggak pernah disuruh seperti saya pijat dan tidur?'. Jawabannya pak Yai 'orang itu sudah manut, sudah enggak ada penyakit seperti kayak kamu," imbuh Tari.
"Oh alibinya selalu begitu," ujar Densu.
Mantan jamaah bernama Sofi juga mengungkap dugaan penyimpangan lain yang dilakukan Ashari selama bertahun-tahun.
“Kalau salaman istri saya kalau ketemu dicium pipi kiri, pipi kanan, kening, mulut. Banyak santri merasakan semuanya, doktrinnya itu ‘donya sak isine nure Kanjeng Nabi’, lalu ditambahi ‘donya sak isine iki halal kanggo dzurriyahe Kanjeng Nabi’. Maka menurutnya kalau istrimu dikawin dia halal, dia mengaku khariqul 'adat,” bebernya dengan emosi.
Menurut Sofi, banyak santri memilih diam karena menganggap Ashari sebagai tokoh agama yang memiliki pengaruh besar.
“Kalau zina nggak ada yang melihat, bisa aja cewek kalau ketemu dirangkuli banyak, didiamkan karena orangnya mengaku wali. Yang melapor ini difitnah, di 2024 disamperin intel,” imbuhnya.
Polisi Sebut Ashari Sudah Mengaku
Kasus dugaan pencabulan ini disebut telah dilaporkan sejak Juli 2024. Polisi menyebut tindakan asusila diduga terjadi dalam rentang waktu panjang.
"Laporan polisi pada Juli 2024, dugaan pencabulan terhadap anak dan kekerasan seksual. Berturut-turut sejak Februari 2020 sampai Januari 2024," ungkap Kompol Dika Hadian.
Penyidik juga telah menetapkan Ashari sebagai tersangka dan melakukan penangkapan setelah sempat melarikan diri.
"Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
Meski demikian, polisi menyebut pengakuan Ashari sementara baru terkait satu korban. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain.
“Korban mengalami tindakan yang sama, hanya caranya berbeda. Tidak sampai persetubuhan," ungkap Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Baca Juga: Persis vs Persebaya Digelar dengan Penonton, Masuk Manahan Harus KTP Solo Raya
Identitas Istri dan Anak Ashari Masih Minim Informasi
Di tengah viralnya kasus ini, banyak warganet mencari informasi tentang identitas keluarga Kyai Ashari, termasuk istri dan anak-anaknya.
Namun hingga kini, belum ada informasi resmi maupun data publik yang mengungkap identitas sang istri secara lengkap.
Sebelumnya, Ashari dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup soal kehidupan pribadi dan keluarganya. Informasi yang beredar baru sebatas pengakuan sejumlah korban dan mantan jamaah yang menyebut Ashari telah lama menikah dan memiliki empat anak serta cucu.
Kasus ini sendiri masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama terkait nasib para korban serta masa depan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati. (lz)
Editor : Laila Zakiya