SOLOBALAPAN, NASIONAL — Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air.
Komposer sekaligus pencipta lagu legendaris, James F. Sundah, dikabarkan meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pencipta lagu abadi "Lilin-Lilin Kecil" ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 70 tahun.
Kabar kepergian sang maestro dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui media sosial serta rekan dekat almarhum, Tantowi Yahya.
Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru
Berdasarkan keterangan Tantowi Yahya, James F. Sundah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.
Selama sebulan terakhir, kondisi kesehatan James terus dipantau dan sempat menunjukkan tanda-tanda membaik sebelum akhirnya menurun drastis.
"Selama satu bulan ini saya mendapat update dari istrinya, Lia, mengenai kanker paru. Sempat ada kabar menggembirakan bahwa James sudah bisa makan, tapi tiba-tiba kondisi menjadi sangat kritis," ujar Tantowi (8/5).
Kehilangan Besar bagi Insan Musik Indonesia
Kepergian James F. Sundah meninggalkan kesedihan mendalam bagi para musisi lintas generasi.
Ucapan duka terus mengalir di kolom komentar unggahan keluarga, di antaranya dari:
-
Rian Ekky Pradipta (D’Masiv): "Selamat jalan Om James," tulisnya dengan emotikon duka.
-
Ruth Sahanaya: "Selamat jalan Kakakku, sahabatku," ungkap sang diva yang memiliki kedekatan personal dengan almarhum.
-
Saykoji: Turut menyampaikan belasungkawa terdalam atas kepergian sang komposer.
Warisan Karya yang Tak Lekang oleh Waktu
Nama James F. Sundah akan selalu dikenang sebagai salah satu pencipta lagu terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Karya monumentalnya, "Lilin-Lilin Kecil", yang dipopulerkan oleh Chrisye pada akhir era 70-an, tetap menjadi lagu wajib dan ikonik hingga saat ini.
Dedikasinya dalam dunia musik tidak hanya melahirkan hit-hit besar, tetapi juga memberikan warna tersendiri bagi perkembangan musik pop Indonesia.
Kepergiannya di New York menandai akhir perjalanan fisik sang komposer, namun karya-karyanya dipastikan akan terus abadi dan dinyanyikan oleh generasi-generasi mendatang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo