SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka datang dari dunia pemerintahan setelah anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang melanda rumah pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 8 Mei 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di rumah Haerul Saleh yang berada di Jalan TB Simatupang No 3, RT03/RW02, Tanjung Barat. Api disebut pertama kali terlihat dari bagian atas rumah sebelum akhirnya membesar dan menghanguskan sejumlah ruangan.
Kebakaran rumah pejabat BPK ini pun langsung menjadi sorotan publik karena korban diketahui sempat terjebak di lantai atas rumah saat api mulai membesar.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui setelah ketua RT setempat melihat asap hitam mengepul dari rumah korban.
Dalam keterangan lain, Asril juga menyebut asap pekat terlihat dari bagian atas bangunan saat warga mulai panik.
"Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal, Jumat (8/5/2026).
Dugaan sementara, api berasal dari ruang kerja Haerul Saleh yang berada di lantai empat rumah. Kebakaran diduga berkaitan dengan sisa bahan renovasi berupa tiner yang masih berada di lokasi.
Haerul diketahui memang tengah melakukan renovasi rumah sebelum kebakaran terjadi. Dugaan sementara, api menjalar dari sisa cairan mudah terbakar tersebut hingga akhirnya membesar.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kebakaran masih didalami melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim forensik.
Kapolres Jakarta Selatan I Putu Yuni Setiawan mengungkapkan bahwa saat kejadian terdapat empat orang di dalam rumah, termasuk Haerul Saleh dan tiga asisten rumah tangga.
"Kalau di atas, keterangan sementara saksi, dengan beliau bertiga. Tapi kan ada yang di bawah," ujar Kapolres Jakarta Selatan I Putu Yuni Setiawan kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (8/4/2026).
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengetahui aktivitas korban sebelum kebakaran terjadi.
"Nah, itu masih kita mintai keterangan dari asisten-asisten rumah tangga, saksi-saksi. Nanti keterangan tersebut kita kumpulkan, kita cari persesuaian dengan alat bukti yang ada di lokasi," sambungnya.
Pihak kepolisian juga mendalami alasan Haerul Saleh tidak sempat menyelamatkan diri, sementara tiga orang lainnya berhasil keluar dari rumah.
"Itu makanya kan kita dalami di lokasi olah TKP lagi sedang dilaksanakan di atas," jelasnya.
Baca Juga: Buron Kasus Cabul Santriwati di Pati Diciduk di Wonogiri, Sempat Berbaur dengan Warga
Sementara itu, penjaga rumah Haerul Saleh bernama Harpen mengaku sempat mengira atasannya sudah berhasil keluar saat kepulan asap mulai terlihat.
“Nah, saya kira bapak sudah keluar, ternyata bapak belum keluar. S Alo sama Bang Anto tuh turun ke bawah teriak ‘kebakaran!,” terang Harpen di lokasi kejadian, Jumat.
Harpen mengatakan dirinya bersama beberapa orang sempat naik ke lantai empat menuju ruang kerja Haerul Saleh untuk mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun kobaran api sudah terlalu besar dan sulit dikendalikan.
Saat ditemukan, Haerul Saleh disebut sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat diduga terpapar asap hitam tebal di dalam ruangan.
“Keadaan bapak ya… sudah enggak sadar diri sih. Mungkin karena asap ya jadi bapak sudah enggak sadar, karena dilihat dari luar katanya tadi asapnya hitam,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran kemudian datang ke lokasi dengan mengerahkan 48 personel untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 08.46 WIB setelah proses pemadaman berlangsung hampir 40 menit.
Korban sempat dievakuasi ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan medis lebih lanjut.
"Korban sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulane ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya terkait kebakaran di rumah Haerul Saleh tersebut.
Namun nyawa Haerul Saleh tidak tertolong. Setelah proses evakuasi, jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah dinas di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama.
Hingga kini, tim Identifikasi dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran yang menewaskan anggota BPK tersebut. (lz)
Editor : Laila Zakiya