Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Pakar Astronomi Prediksi Jatuh Pada Tanggal ini

Andi Aris Widiyanto • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi, Idul Adha 1447 diperkirakan akan serentak.
Ilustrasi, Idul Adha 1447 diperkirakan akan serentak.

JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 diperkirakan akan dirayakan secara serentak oleh umat Islam di Indonesia.

Dilansir dari Jawa Pos, sejumlah analisis astronomi menyebutkan, 10 Dzulhijjah kemungkinan jatuh pada 27 Mei 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) sendiri telah menjadwalkan sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah pada 17 Mei 2026 mendatang.

Baca Juga: Pria Berbaju Putih Ditangkap Bareng Kyai Ashari di Wonogiri, Apa Peran Kuswandi di Kasus Pencabulan Ponpes Pati?

Guru Besar sekaligus pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria MABIMS, awal bulan Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026.

Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah diperkirakan berlangsung pada 27 Mei 2026.

“Menurut kriteria MABIMS, 1 Dzulhijjah jatuh pada 18 Mei. Sehingga Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei,” ujar Thomas, Kamis (7/5/2026).

Tak hanya itu, perhitungan menggunakan kriteria Turki yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menunjukkan hasil yang sama. Sistem kalender ini diketahui telah digunakan Muhammadiyah dalam penetapan kalender hijriah.

Baca Juga: Spesialis Bobol Rumah di Karanganyar Ditangkap, Polisi Sita Uang Rp24 Juta

“Menurut kriteria Turki, 1 Dzulhijjah juga jatuh pada 18 Mei. Jadi Idul Adha juga diperkirakan pada 27 Mei,” tambahnya.

Meski prediksi mengarah pada perayaan Idul Adha secara bersamaan, pemerintah meminta masyarakat tetap menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat Kemenag.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmat, menegaskan sidang isbat menjadi forum penting yang melibatkan berbagai unsur dalam menentukan awal bulan hijriah.

“Sidang isbat adalah forum musyawarah yang mempertemukan berbagai pihak,” katanya.

Ia menjelaskan, sidang tersebut melibatkan unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, hingga ahli astronomi. Dalam prosesnya, penetapan kalender hijriah dilakukan dengan memadukan metode hisab dan rukyat.

Baca Juga: Deretan Modus Kyai Ashari Cabuli Santriwati di Ponpes Pati Terungkap, Kini Terancam 15 Tahun Penjara!

Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi yang selama ini dipakai Muhammadiyah. Sementara metode rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung posisi hilal yang umumnya digunakan Nahdlatul Ulama (NU).

Jika hasil sidang isbat sesuai prediksi astronomi, maka Idul Adha tahun ini berpotensi dirayakan secara serentak oleh pemerintah, Muhammadiyah, dan mayoritas organisasi Islam lainnya di Indonesia. (jp

Editor : Andi Aris Widiyanto
#idul adha 1447 H #idul adha serentak #pakar astronomi #BRIN #sidang isbat