Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Pria Berbaju Putih Ditangkap Bareng Kyai Ashari di Wonogiri, Apa Peran Kuswandi di Kasus Pencabulan Ponpes Pati?

Laila Zakiya • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:50 WIB
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru setelah polisi turut mengamankan seorang pria bernama Kuswandi saat menangkap tersangka utama, AS, di Wonogiri.

Sosok pria berbaju putih yang terlihat bersama tersangka saat penangkapan itu kini menjadi sorotan publik. Polisi menyebut Kuswandi masih berstatus saksi, namun perannya dalam pelarian tersangka tengah didalami.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, pihaknya menemukan dugaan keterlibatan Kuswandi dalam upaya pelarian AS yang sebelumnya sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.

"Ia diduga membantu mulai dari perencanaan hingga cara menghapus jejak tersangka. Saat ini kami dalami sejauh mana perannya dalam menyembunyikan tersangka," ujar Jaka, Kamis (7/5/2026).

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama juga menyebut ada dugaan Kuswandi ikut membantu proses pelarian tersangka.

“Saat ini kami masih mendalami prosesnya,” ujar Dika dalam konferensi pers di Mapolresta Pati.

Menurut polisi, AS sempat berpindah-pindah lokasi selama pelariannya, mulai dari Solo, Bogor, hingga Jakarta sebelum akhirnya ditangkap di sebuah petilasan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis dini hari (7/5/2026).

Baca Juga: Buron Kasus Cabul Santriwati di Pati Diciduk di Wonogiri, Sempat Berbaur dengan Warga

Di sisi lain, Kuswandi membantah tuduhan membantu pelarian tersangka. Ia mengaku keterlibatannya hanya sebatas membantu mencarikan penasihat hukum baru untuk AS.

Kuswandi mengatakan dirinya mulai terlibat setelah didatangi Miftah, menantu tersangka, yang meminta bantuan hukum karena meyakini AS tidak bersalah.

“Saya sempat bertemu Asyhari di Kudus dan disitu dia menyebut demi Allah tidak berbuat zina. Kalau dia memang benar saya siap membantu bukan karena mengamankan tapi karena jiwa islami,” ucap dia.

Ia juga mengaku menerima uang Rp150 juta yang disebut sebagai biaya operasional dan jasa pengacara.

Menurut pengakuannya, ia sempat menghubungi tersangka dan meminta agar kembali ke Pati karena sudah mendapatkan kuasa hukum di wilayah Bekasi. Namun ajakan tersebut disebut ditolak oleh AS yang mengaku berada di Wonogiri.

Kuswandi juga mengaku dirinya yang memberitahukan lokasi tersangka kepada polisi sebelum akhirnya ikut dibawa menuju Wonogiri saat proses penangkapan berlangsung.

“Saya tidak akrab (dengan tersangka) walau kenal sudah lama. Tapi karena dimintai tolong. Saya sebenarnya asli Jakarta tapi di Pati sudah 20 tahun,” tandas dia.

Baca Juga: Persis Solo di Ujung Tanduk, Wawali Astrid Widayani Turun ke Lapangan Bakar Semangat Laskar Sambernyawa

Sementara itu, kuasa hukum Kuswandi, Donny Andretti, memprotes prosedur penjemputan kliennya. Ia menyebut keluarga sempat tidak mengetahui keberadaan Kuswandi selama lebih dari 24 jam.

"Apa bedanya penangkapan dengan penculikan kalau keluarga tidak tahu di mana? Selain itu, klien kami mengaku mengalami kekerasan fisik saat penangkapan. Kami akan dalami dugaan penganiayaan ini," kata Donny.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Kementerian Agama Kabupaten Pati resmi mencabut izin operasional pondok pesantren tersebut secara permanen sejak 5 Mei 2026.

Kepala Kantor Kemenag Pati Ahmad Syaiku mengatakan keputusan itu menjadi bentuk sanksi tegas terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.

"Pondok itu memang sudah tidak boleh beroperasi lagi. Ini pembelajaran agar pengelola pesantren benar-benar menjaga amanah," tegas Syaiku. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Kyai Ashari #viral #pelecehan seksual #pati