SOLOBALAPAN.COM – Nama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mendadak menjadi sorotan publik setelah polemik daftar 40 homeless media yang disebut bermitra dengan pemerintah ramai diperbincangkan di media sosial.
Situasi ini membuat akun Instagram resmi Bakom RI diserbu komentar warganet yang mempertanyakan validitas informasi tersebut.
Perdebatan bermula usai Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, mengumumkan adanya puluhan media baru atau homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).
Dalam pernyataan itu disebutkan ada sekitar 40 media yang disebut akan menjadi mitra pemerintah dalam penyebaran informasi digital.
Namun tak lama setelah daftar tersebut beredar, sejumlah media langsung memberikan bantahan terbuka. Beberapa nama media menyatakan tidak pernah bergabung, tidak mengetahui, bahkan tidak menghadiri forum yang disebut-sebut terkait INMF maupun Bakom RI.
Imbas polemik tersebut langsung terasa di akun Instagram resmi @bakom.ri. Kolom komentar pada unggahan terakhir mereka dipenuhi kritik dan tuntutan klarifikasi dari warganet.
Salah satu komentar datang dari akun @pdihnya_prjuangan yang menilai penyampaian informasi Bakom RI bermasalah.
"Nama badan komunikasi informasi tapi yang disampaikan miss informasi," tulisnya dalam kolom komentar.
Baca Juga: Pemkot Solo Mulai Hitung Ulang Proyek Masjid Taman Sriwedari, Cari Skema Penyelesaian
Komentar lain juga menyoroti cara komunikasi pemerintah dalam menangani isu tersebut.
"Kok bisa badan komunikasi pemerintah tidak tahu cara berkomunikasi dengan baik? Mencatut nama media sembarangan. Minimal suruh si Qodari tunjukan bukti kerja sama dengan media-media tersebut, kalau nggak bisa ya harus minta maaf," tambah akun @tata.zil.
Sementara akun lain turut meminta penjelasan resmi terkait daftar media yang ramai dibahas publik.
"Coba dong klarifikasi lagi Muhammad Qodari media pada klarifikasi tuh," tulis akun @rinaldoprian.
Tidak sedikit pula warganet yang menilai polemik ini memperlihatkan buruknya komunikasi publik pemerintah.
"Komunikasi pemerintah acak-acakan memalukan," tandas akun @alvintheoriza terkait homeless media yang sempat diklaim oleh Bakom RI.
Di tengah ramainya kritik publik, Indonesia New Media Forum akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi melalui akun Instagram mereka. INMF menegaskan bahwa forum tersebut masih berada dalam tahap pengembangan internal dan belum memiliki daftar anggota resmi.
“Daftar media yang beredar di publik merupakan pemetaan ekosistem industri dan media sosial, bukan daftar anggota resmi. Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak manapun,” terang INMF, dikutip Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: USB Gelar Wisuda Perode 1 Tahun 2026, Luluskan 206 Wisudawan
INMF juga membantah adanya kerja sama formal dengan Bakom RI maupun pemerintah. Mereka menyebut pertemuan yang sempat dilakukan hanya berupa forum diskusi dan pertukaran pandangan soal perkembangan media digital.
“Terkait pemberitaan yang beredar, kami menegaskan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Pertemuan yang terjadi merupakan bagian dari ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait perkembangan ekosistem media digital,” lanjutnya.
Dalam penjelasan lainnya, INMF menyebut forum tersebut lahir sebagai inisiatif mandiri komunitas media baru sejak Juli 2025.
“INMF hadir salah satunya untuk memperjuangkan ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan,” tulis pernyataan klarifikasi INMF.
Mereka juga menegaskan bahwa independensi media menjadi hal paling penting di tengah berkembangnya platform digital saat ini. Menurut INMF, tanpa kepercayaan publik, media baru tidak akan memiliki arti maupun legitimasi.
Sebelumnya, beberapa media seperti Narasi Newsroom secara terbuka membantah keterlibatan dalam forum tersebut. Narasi menyatakan tidak tergabung dalam INMF serta tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers yang berkaitan dengan Bakom RI.
Selain Narasi, media lain seperti Ngomongin Uang dan Bapak2ID juga dikabarkan membantah keterlibatan mereka dalam daftar yang beredar luas di publik.
Di sisi lain, ada pula media yang mengakui ikut dalam forum tersebut namun menolak disebut bermitra dengan pemerintah. Big Alpha menjadi salah satu pihak yang mengonfirmasi keterlibatan di INMF, tetapi menegaskan tidak setuju dengan konsep kemitraan bersama pemerintah.
Polemik ini pun berkembang menjadi perbincangan luas di media sosial karena menyangkut independensi media digital dan transparansi komunikasi publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana daftar media bisa beredar sebelum ada persetujuan resmi dari pihak-pihak yang dicatut namanya.
Hingga kini, kolom komentar akun Instagram Bakom RI masih terus dipenuhi berbagai tanggapan dari publik. Sementara klarifikasi dari INMF menjadi perhatian karena dianggap menjadi titik penting untuk meluruskan polemik daftar homeless media yang ramai dibahas beberapa hari terakhir. (lz)
Editor : Laila Zakiya