SOLOBALAPAN.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk yang digelar di Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).
Penunjukan Susi langsung menjadi sorotan publik. Selain karena rekam jejaknya yang dikenal tegas, ia juga membawa gagasan besar: mendorong Bank BJB mengambil alih pasar pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat demi membantu masyarakat kecil yang terbebani bunga tinggi.
Baca Juga: Tari Lenggang Mesatya Tampil Memukau di Solo Menari 2026, Penari Senior Tetap Lincah di Panggung
Susi Ingin Bank BJB Ambil Porsi Pasar Pinjol
Usai resmi ditetapkan dalam jajaran komisaris, Susi mengungkapkan potensi pasar pinjaman di Jawa Barat sangat besar.
Menurut pengamatannya, nilai pinjaman online di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp19,5 triliun.
Dengan angka sebesar itu, ia menilai Bank BJB seharusnya bisa mengambil peran lebih besar sebagai lembaga keuangan resmi milik daerah.
"Dan salah satu yang saya lihat kemarin sih saya tidak tahu apakah memungkinkan atau tidak pinjol di Jawa Barat ini kalau bisa di-take over oleh BJB. Itu mimpi saya pikir dan seharusnya bisa. Karena besar, besar sekali," kata Susi Pudjiastuti di Bale Pakuan Bandung, Selasa (28/4).
Menurutnya, kehadiran BJB di sektor tersebut bisa menjadi solusi nyata agar masyarakat mendapat akses pinjaman dengan bunga yang lebih ringan.
"Saya yakin bisa dan kita membantu orang kecil menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol," imbuhnya.
Minta Gubernur Kaji Pembatasan Pinjol
Meski optimistis, Susi menegaskan rencana itu perlu melalui tahapan regulasi yang matang.
Ia juga mendorong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengkaji mekanisme pembatasan aktivitas pinjol agar Bank BJB mendapat ruang lebih luas dalam menyalurkan kredit produktif.
"Tapi tentu ini ada tahapan yang mungkin Pak Gubernur harus meminta bagaimana cara membatasi pinjol di Jawa Barat supaya BJB bisa ambil porsi," ujar Susi.
Dedi Mulyadi Pilih Figur Berintegritas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali Bank BJB menjelaskan bahwa nama-nama yang masuk dalam jajaran pengurus dipilih berdasarkan integritas dan kapasitas.
"Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas," kata Dedi Mulyadi lewat keterangan tertulis, pada Selasa (28/4/2026).
Ia juga menaruh kepercayaan besar kepada Susi untuk memperkuat tata kelola dan reputasi Bank BJB secara nasional.
"Integritas bagi pengelola keuangan. Saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris utama. Semoga dengan postur yang baru ini nanti kita akan melahirkan postur bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemerintah daerah, tetapi digemari di luar kepentingan pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia," lanjutnya, seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Bikin Mewek! Nasihat Maia Estianty ke El Rumi: Menyakiti Hati Syifa Berarti Menyakiti Hati Ibunya
Susi Akui Belum Pernah di Dunia Perbankan
Meski baru masuk sektor perbankan, Susi mengaku yakin pengalaman panjangnya sebagai pengusaha bisa memberi kontribusi positif bagi Bank BJB.
"Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank jabar, semoga itu bisa," ucap Susi.
Susunan Baru Pengurus Bank BJB 2026
Perubahan pengurus Bank BJB baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit and proper test.
Dewan Komisaris
* Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti
* Komisaris Independen: Novian Herodwijanto
* Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan
* Komisaris: Rudie Kusmayadi
* Komisaris: Herman Suryatman
* Komisaris: Tomsi Tohir
Direksi
* Direktur Utama: Ayi Subarna
* Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
* Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
* Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana
* Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
* Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As'adi Budiman
* Direktur Operasional: Herfinia
Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Berselisih di Puncak, Pengelola Pastikan Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Bank BJB Punya Aset Rp221,3 Triliun
Sepanjang 2025, Bank BJB mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun, menjadikannya bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.
Penyegaran struktur manajemen ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital, tata kelola, dan ekspansi bisnis ke depan.
Dengan masuknya Susi Pudjiastuti, publik kini menanti gebrakan baru Bank BJB, terutama dalam menghadapi dominasi pinjol yang selama ini membebani masyarakat kecil. (lz)
Editor : Laila Zakiya