SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial dibuat geger setelah film animasi The Legend of Aang: The Last Airbender bocor ke internet sebelum resmi dirilis.
Cuplikan film yang sangat dinanti penggemar itu viral di platform X dan ditonton puluhan juta kali.
Tak lama setelah kebocoran tersebut menyebar, aparat Singapura bergerak cepat.
Seorang pria berusia 26 tahun ditangkap karena diduga menjadi dalang akses ilegal ke server media yang menyimpan film tersebut.
Baca Juga: Skenario Buruk Persis Solo Usai Kalah Telak di GBK, Intip Jadwal Neraka di Empat Laga Sisa
Pelaku Ditangkap Kurang dari Sehari
Kasus ini bermula saat kepolisian Singapura menerima laporan pada 16 April 2026 terkait beredarnya materi film yang belum dirilis di media sosial.
Dalam waktu kurang dari satu hari, pria yang identitasnya dirahasiakan berhasil diidentifikasi dan diamankan.
Polisi juga menyita sejumlah perangkat elektronik milik tersangka, termasuk salinan digital film tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku disebut tidak memperoleh file karena kesalahan pengiriman email seperti narasi yang sempat beredar di internet.
"Investigasi awal mengungkapkan bahwa pria tersebut telah memperoleh akses jarak jauh tanpa izin ke server konten media dan mengunduh film tersebut. Dia kemudian mengunggah sebagian film tersebut secara online," kata pihak kepolisian Singapura, dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga: Dinamika Paling Panas, DPRD Bongkar Catatan Kritis untuk Pemkot Solo di LKPJ 2025
Viral di X hingga 30 Juta Tayangan
Kebocoran ini langsung menjadi sorotan global setelah akun X bernama @ImStillDissin mengunggah cuplikan film pada 12 April.
Postingan itu meledak dan meraih lebih dari 30 juta tayangan sebelum akhirnya dihapus.
Namun, video telanjur menyebar ke berbagai platform lain seperti Reddit dan 4chan.
Akun tersebut sempat mengklaim mendapat email dari Nickelodeon yang berisi file film, namun penyelidikan polisi menunjukkan adanya dugaan pembobolan server secara ilegal.
Ancaman Hukuman Berat Menanti Pelaku
Di bawah hukum Singapura, akses ilegal ke sistem komputer merupakan pelanggaran serius.
Pelaku dijerat pasal unauthorised access to computer material yang membawa ancaman maksimal tujuh tahun penjara, denda hingga 50 ribu dolar Singapura, atau kombinasi keduanya.
Kasus ini juga menyangkut keamanan siber dan perlindungan hak kekayaan intelektual lintas negara.
Animator Kecewa Berat
Kebocoran film ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan animator dan kru produksi yang telah bekerja selama bertahun-tahun.
Flying Bark Productions, studio animasi asal Australia yang mengerjakan film tersebut, menegaskan bahwa kebocoran tidak berasal dari pihak mereka.
"Sangat menyakitkan melihat cuplikan dari The Legend of Aang: The Last Airbender bocor secara online. Film ini dibuat sepenuh hati oleh seniman dan animator, tapi malah bocor," ujar juru bicara Flying Bark Productions, dikutip dari Entertainment Weekly, Senin (27/4/2026).
Animator Julia Schoel juga ikut menyuarakan kekecewaan atas aksi pembajakan tersebut.
"Aku memahami kekecewaan kalian atas keputusan Paramount yang membatalkan film ini rilis di bioskop dan memindahkannya ke platfrom streaming, tapi tetap saja tindakan pembajakan sangat merugikan pekerja kreatif," kata dia.
Batal ke Bioskop, Kini Tayang di Streaming
Film ini awalnya dijadwalkan rilis di bioskop pada Oktober 2025.
Namun Paramount beberapa kali menunda jadwal tayang hingga akhirnya memutuskan membatalkan rilis layar lebar.
Kini The Legend of Aang: The Last Airbender dijadwalkan tayang eksklusif di Paramount+ pada 9 Oktober 2026.
Sutradara Lauren Montgomery memastikan perubahan jalur distribusi tidak menurunkan kualitas film.
"Kami bersama kru sempat menonton filmnya bersama. Keputusan untuk memindahkan penayangan ke streaming mungkin menimbulkan kesan bahwa kualitanya tidak memadai, tetapi itu sama sekali tidak benae. Film ini sangat layar ditonton," kata Montgomery.
Penggemar Menanti Rilis Resmi
Meski sempat bocor dan viral, jadwal perilisan film ini disebut tidak berubah. Paramount hingga kini belum merilis trailer resmi ke publik.
Para penggemar kini menunggu momen kembalinya Aang, Katara, Sokka, Toph, dan Zuko dalam versi dewasa, beberapa tahun setelah kisah serial orisinal berakhir. (lz)
Editor : Laila Zakiya