Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Diyah Kusumastuti Viral usai Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja Terbongkar, Benarkah Penah Terjerat Kasus Korupsi Sebelumnya?

Laila Zakiya • Selasa, 28 April 2026 | 15:38 WIB
JADI PERHATIAN: Suasana depan lokasi penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, MInggu (26/4/2026). Daycare Little Aresha digerebek polisi terkait penganiayaan terhadap 53 balita. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
JADI PERHATIAN: Suasana depan lokasi penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Sorosutan, Umbulharjo, Jogja, MInggu (26/4/2026). Daycare Little Aresha digerebek polisi terkait penganiayaan terhadap 53 balita. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

SOLOBALAPAN.COM – Nama Diyah Kusumastuti mendadak viral di media sosial setelah kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi sorotan nasional.

Sosok yang disebut sebagai Ketua Yayasan itu kini berada di pusat penyidikan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Kasus ini mencuat usai penggerebekan yang dilakukan Polresta Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026.

Dari pengungkapan tersebut, aparat menemukan dugaan kekerasan sistematis terhadap bayi dan balita yang dititipkan di tempat penitipan anak tersebut.

Baca Juga: Siapa Esteban Andrada? Kiper Real Zaragoza yang Viral usai Pukul Pemain Lawan di Liga 2 Spanyol, Terancam Sanksi Berat?

Diyah Kusumastuti Jadi Sorotan Publik

Polisi menetapkan total 13 orang tersangka dalam perkara ini. Mereka terdiri dari pimpinan yayasan, kepala sekolah, hingga para pengasuh.

Kapolresta Jogja Kombes Eva Guna Pandia mengungkapkan identitas tersangka utama.

"Yang pertama itu inisial DK, Ketua Yayasan. Yang kedua inisial AP, kepala sekolah. Sebelas orang lainnya berperan sebagai pengasuh," jelas Pandia dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja, Senin (27/4) sore.

Inisial DK yang dimaksud kemudian ramai dikaitkan dengan Diyah Kusumastuti, sehingga namanya viral dan banyak dicari publik.

Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Harap-Harap Cemas Peternak di Sukoharjo

Dugaan Anak Diikat Sejak Pagi hingga Sore

Kasus ini mengejutkan masyarakat karena dugaan perlakuan tak manusiawi terhadap anak-anak yang masih balita.

Kapolresta Yogyakarta menyebut para korban ditempatkan di ruangan penuh sesak dengan sirkulasi buruk.

"Perlakuan tak manusiawi ini salah satunya penempatan dalam satu ruangan yang overload dimana sirkulasi udaranya sangat minim. Mereka diikat menggunakan kain (yang) dibuat seperti tali. Mengikatnya ke pintu," tutur Eva Pandia, Senin (27/4).

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menambahkan perlakuan itu diduga berlangsung hampir sepanjang hari.

"Dari pagi sampai sore (diikat). Nanti setelah mau makan baru dipakaikan baju terus difoto dikirim ke orang tua. (Dilepas ikatannya) palingan waktu saat mandi, saat makan atau saat mau dijemput orang tua," tutup Adrian.

Baca Juga: Siapa Siti Mawarni? Viral Lagu yang Getarkan Sumut dan Jambi, Simbol Keresahan Masyarakat Terhadap Bahaya Narkotika

Korban Diduga Capai 53 Anak

Polisi menyebut jumlah korban sementara mencapai 53 anak dari total 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut.

Sebagian korban diduga mengalami luka di area tangan dan kaki akibat ikatan.

Polisi juga sudah melakukan visum terhadap sejumlah anak untuk memperkuat alat bukti.

Motif Ekonomi Ikut Disorot

Selain dugaan kekerasan, polisi juga mendalami kemungkinan motif ekonomi di balik operasional daycare tersebut.

Jumlah anak yang ditampung dinilai tidak sebanding dengan jumlah pengasuh.

"Yang disampaikan Pak Kapolresta ya benar, sangat benar, motif ekonomi. Karena masak satu orang (pengasuh) harus menjaga tujuh sampai delapan orang (anak)," kata Adrian.

Ia juga menjelaskan sistem kerja yang tidak ideal.

"Satu shift itu ada yang 2 (pengasuh), ada yang 3, ada yang 4. Artinya seharusnya kan dia membatasi (jumlah anak yang diasuh). Karena dari keterangan dari wali murid, mereka dijanjikan satu miss itu dua sampai tiga anak. Tapi kenapa masih menampung terus, berarti kan ini memang ada mencari keuntungan ya," sambungnya.

Baca Juga: Sinopsis Toy Story 5: Perjuangan Woody Melawan Invasi Teknologi Digital, Siap Tayang Juni 2026!

Dugaan Dilakukan Secara Sistematis

Komisioner KPAI RI Dyah Puspitarini menilai kasus ini memiliki pola yang terstruktur.

"KPAI menemukan ada indikasi semacam SOP atau pedoman yang dilakukan oleh tersangka bahwa kekerasan ini terjadi secara sistem otomatis dan terstruktur karena dilakukan oleh lebih dari 3, 4 bahkan 10 orang," ujar Dyah.

Struktur Yayasan Ikut Diperiksa

Selain Diyah Kusumastuti, polisi juga mendalami peran pihak lain dalam struktur yayasan.

Nama-nama pejabat pembina, penasihat, hingga unsur pengelola turut menjadi sorotan.

Bahkan disebut ada akademisi dan aparat penegak hukum yang tercatat dalam struktur organisasi yayasan, meski keterlibatan langsung mereka masih didalami.

Baca Juga: Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Daycare di Umbulharjo Jogja, Siapa Sebenarnya Pemilik Little Aresha?

Pemkot Jogja Siapkan Solusi Darurat

Pasca kasus ini mencuat, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan 15 daycare pengganti untuk menampung anak-anak yang sebelumnya dititipkan di Little Aresha.

DPRD Kota Jogja juga mendorong audit menyeluruh terhadap tempat penitipan anak agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Viralnya nama Diyah Kusumastuti tak lepas dari posisinya sebagai figur sentral di Daycare Little Aresha Jogja. Dengan 13 tersangka dan puluhan korban anak, kasus ini menjadi salah satu dugaan kekerasan daycare terbesar yang pernah terungkap di Yogyakarta. Polisi masih terus mendalami kemungkinan tersangka baru dan peran masing-masing pihak. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Little Aresha #Diyah Kusumastuti #viral #daycare #jogja