Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL hingga Ringsek di Stasiun Bekasi Timur Malam Tadi, Apa Sebenarnya Penyebabnya?

Laila Zakiya • Selasa, 28 April 2026 | 09:37 WIB
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Paramayuda/zk
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Paramayuda/zk

 

SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.50 WIB.

Insiden keras tersebut membuat gerbong belakang KRL ringsek parah dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan sementara, tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Proses evakuasi bahkan berlangsung sejak malam hingga pagi karena sejumlah korban sempat terjepit di dalam gerbong.

Peristiwa ini langsung memunculkan satu pertanyaan besar di tengah publik: bagaimana KA jarak jauh bisa menabrak KRL yang sedang berhenti di jalur yang sama?

Baca Juga: Daftar Harga Daycare Little Aresha yang Viral usai Lakukan Kekerasan, Tarif Murah tapi Tanpa Akses CCTV

Tabrakan Keras hingga Tembus Gerbong Belakang

KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dilaporkan menghantam bagian belakang rangkaian KRL tujuan Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

Benturan sangat keras membuat bagian belakang KRL hancur. Gerbong yang tertabrak disebut merupakan gerbong khusus wanita.

"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," terang Andi (42), salah satu korban selamat.

Penumpang yang berada di dalam KRL juga mengalami kepanikan luar biasa. Sejumlah penumpang dikabarkan memecahkan kaca untuk menyelamatkan diri.

"Saya ngobrol sama kakek-kakek, baru dua kalimat saya lontarkan tiba-tiba guncangan terjadi ditabrak kereta. Saya rasa kenceng banget itu karena kayaknya yang berada di 4-5 gerbong itu sampai mental gimana orang yang paling belakang," beber Rendi Pangestu.

Baca Juga: Remaja Wonogiri Ditemukan Meninggal, Warga Terkejut dengan Kepergiannya

Diduga Berawal dari Taksi Tertemper KRL

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan hasil identifikasi sementara menyebut kecelakaan diduga bermula dari insiden lain di perlintasan dekat stasiun.

"Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di jam kurang jam 21.00 WIB kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Sementara itu kronologinya," jelas Bobby.

Taksi yang dimaksud disebut merupakan kendaraan Green SM. Pihak perusahaan menyatakan kooperatif dalam proses penyelidikan.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas."

Baca Juga: Apa Isi Video Bandar Membara Bergetar? Jadi Buruan Netizen, Jangan Asal Klik Link Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Kenapa KA Bisa Masuk ke Jalur yang Sama?

Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian, Joni Martinus, menilai peristiwa ini harus diusut tuntas karena secara prinsip keselamatan seharusnya tidak ada dua kereta berada di satu petak blok yang sama.

"Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya, ini menjadi hal yang harus di dalami dan menjadi perhatian KNKT," kata Joni.

Menurutnya, beberapa kemungkinan penyebab tabrakan dari belakang antara lain:

* Pelanggaran sinyal merah atau signal passed at danger
* Gangguan sistem persinyalan
* Miskomunikasi prosedur perjalanan
* Penyimpangan operasional
* Kerusakan sistem pengereman
* Hilangnya konsentrasi masinis

Namun seluruh dugaan itu masih menunggu hasil investigasi resmi.

Baca Juga: Film "Cerita Lila" Diangkat dari Diary Misteri Sara? Simak Sinopsis Kisah Tragis Si Kembar Lila dan Lili

KNKT dan Kemenhub Turun Tangan

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan investigasi akan dilakukan bersama pihak terkait.

"Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Sementara itu, jalur Bekasi–Cibitung sempat lumpuh total akibat kecelakaan ini.

Sejumlah perjalanan kereta dibatalkan dan penumpang mendapat pengembalian dana penuh sesuai aturan.

Baca Juga: Tragedi di Lokasi Syuting Live Action How To Train Your Dragon 2: Seorang Kru Kehilangan Jari Akibat Insiden Gergaji

Korban Jiwa dan Evaluasi Besar

KAI menyampaikan jumlah korban sementara mencapai tujuh meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ucap Bobby.

Insiden KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL di Bekasi Timur kini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius tahun 2026. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#KA Argo Bromo Anggrek #Stasiun Bekasi Timur #kereta api #krl #kecelakaan