Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Siti Mawarni? Viral Lagu yang Getarkan Sumut dan Jambi, Simbol Keresahan Masyarakat Terhadap Bahaya Narkotika

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 27 April 2026 | 19:42 WIB
Ilustrasi tanda tanya.
Ilustrasi tanda tanya.

 

SOLOBALAPAN, NASIONAL — Media sosial di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Jambi tengah dihebohkan oleh sebuah lagu berjudul “Siti Mawarni Ya Incek”.

Lagu ciptaan Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu, viral sejak 23–24 April 2026 karena liriknya yang secara berani mengkritik maraknya peredaran sabu dan praktik "beking" narkoba.

Fenomena ini bukan sekadar tren musik biasa, melainkan dianggap sebagai bentuk kritik sosial baru yang mewakili keresahan orang tua terhadap masa depan generasi muda yang terancam oleh narkotika.

Siapa Sosok Siti Mawarni Sebenarnya?

Banyak netizen yang bertanya-tanya apakah Siti Mawarni adalah sosok nyata. Sang pencipta lagu, Amin Wahyudi, mengonfirmasi bahwa Siti Mawarni adalah tokoh fiktif.

Nama ini dipilih agar lirik lagu terasa lebih hidup dan dekat dengan budaya Melayu di wilayah Labuhanbatu.

Pemilihan nama ini juga dilakukan dengan hati-hati.

Baca Juga: Apa Isi Video Bandar Membara Bergetar? Jadi Buruan Netizen, Jangan Asal Klik Link Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Amin menghindari nama-nama yang memiliki nilai religius tinggi agar tidak terjadi salah tafsir, mengingat tema lagu ini berkaitan erat dengan dunia gelap narkoba. Jadi, Siti Mawarni hanyalah simbol penggerak cerita dalam lagu tersebut.

Lirik Lagu: Doa dan Sindiran Keras untuk Bandar & Beking

Lirik lagu ini mengandung diksi yang cukup frontal, termasuk doa agar mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba segera mendapatkan ganjaran. Berikut adalah penggalan lirik yang paling banyak disorot:

"Sabu banyak di Sumut ya Allah, bandar sabu kaya semua. Kalau yang beking sabu ya Allah, cepat cabut nyawanya. Kalau tak dimatikan ya Allah, rakyat kita rusak semua."

Penggunaan istilah “beking” dalam lirik tersebut menggambarkan kecurigaan dan keresahan masyarakat mengenai adanya perlindungan oknum terhadap aktivitas ilegal yang membuat peredaran narkoba seolah tak kunjung usai meski penangkapan terjadi hampir setiap hari.

Respons Polda Sumut dan Masyarakat

Viralnya lagu ini sampai ke telinga aparat penegak hukum. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, memberikan respons positif.

Ia menegaskan pihak kepolisian tidak merasa tersindir, melainkan justru menganggap lagu ini sebagai bentuk dukungan masyarakat dalam memerangi narkoba.

"Lirik lagu tersebut mengandung pesan moral yang sejalan dengan tugas aparat dalam menegakkan hukum," jelas Ferry.

Sementara itu, publik memberikan reaksi beragam. Sebagian besar mengapresiasi keberanian Amin Wahyudi dalam menyuarakan keresahan rakyat kecil, namun ada pula yang menilai gaya penyampaiannya terlalu keras.

Meski begitu, lagu ini telah berhasil memantik kembali diskusi publik mengenai urgensi pemberantasan narkoba di wilayah Sumatera.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Siti Mawarni #Keresahan Masyarakat #narkotika