Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Terungkap Sosok di Balik Yayasan Daycare Little Aresha, Ternyata Alumni Kampus Ternama

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 26 April 2026 | 14:21 WIB
Daycare Little Aresha Jogja.
Daycare Little Aresha Jogja.

 

SOLOBALAPAN, YOGYAKARTA — Kasus dugaan kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha Jogja kini memasuki babak baru.

 Seiring dengan mencuatnya kasus ini ke ranah hukum, perhatian publik kini turut tertuju pada jajaran pengurus yayasan yang menaungi lembaga penitipan anak tersebut.

Berdasarkan penelusuran informasi yang beredar, jajaran pimpinan yayasan ini ternyata merupakan sosok-sosok yang memiliki latar belakang pendidikan mentereng dari universitas ternama di Indonesia.

Baca Juga: Kronologi Daycare di Umbulharjo Jogja Digerebek Polisi diduga Lakukan Penganiayaan Anak, Ulasan Para Orang Tua Sempat Viral!

 Hal ini memicu keprihatinan publik lantaran kasus kekerasan justru terjadi di bawah naungan yayasan yang diisi oleh kaum terpelajar.

Sosok Pimpinan Yayasan dari Kalangan Akademisi

Salah satu nama yang mencuat adalah Rafid Ihsan Lubis, S.H., yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan.

Ia diketahui merupakan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kehadiran sosok berlatar belakang hukum di posisi dewan pembina awalnya diharapkan mampu menjamin tata kelola lembaga yang sesuai aturan.

Selain itu, jabatan penasehat yayasan diduduki oleh Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ia merupakan salah satu tenaga pengajar atau dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Sementara itu, posisi Ketua Yayasan dipegang oleh Diyah Kusumastuti yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Fakta Kekerasan di Daycare Little Aresha

Terungkapnya latar belakang para pengurus yayasan ini sangat kontras dengan laporan kekerasan yang kini tengah didalami pihak kepolisian.

Kasus ini pertama kali meledak di media sosial setelah seorang pengguna platform Threads mengunggah foto penyegelelan lokasi daycare oleh polisi.

Beberapa orang tua korban mulai berani bersuara setelah menemukan tanda-tanda mencurigakan pada anak mereka.

Dikutip dari akun @tittaa555, ditemukan bekas cubitan pada lengan sang anak.

Laporan lain menyebutkan adanya tindakan kejam oknum pengasuh, seperti:

Mengikat kaki korban agar tidak berlari-lari.

Melakukan tindakan menelanjangi korban sebagai bentuk hukuman.

Dugaan Kekerasan Sejak 2023

Mirisnya, aksi kekerasan di lingkungan daycare tersebut diduga telah berlangsung sejak tahun 2023 silam.

Namun, kasus ini baru terungkap setelah salah satu pengasuh baru memberanikan diri untuk bersuara dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib karena merasa tidak tahan melihat perlakuan terhadap anak-anak di sana.

Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan untuk menentukan tanggung jawab dari pihak pengelola maupun pengasuh yang terlibat langsung.

Publik pun mendesak agar jajaran pimpinan yayasan memberikan klarifikasi resmi terkait lemahnya pengawasan di lembaga yang mereka kelola.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Daycare Little Aresha