Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rumah Berbentuk Bus Tingkat di Wonogiri Viral di Media Sosial, Habiskan Berapa Ratus Juta? Ternyata Sampai Kehabisan Dana

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 24 April 2026 | 21:05 WIB
Supardi, warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, menunjukkan bangunan rumah menyerupai bus miliknya. (Iwan Adi Luhung/solobalapan.com)
Supardi, warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, menunjukkan bangunan rumah menyerupai bus miliknya. (Iwan Adi Luhung/solobalapan.com)

SOLOBALAPAN, WONOGIRI — Sebuah pemandangan mencolok mendadak viral di Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Di tengah perkampungan yang tenang, berdiri sebuah bangunan nyentrik yang bentuknya bukan seperti rumah pada umumnya, melainkan menyerupai unit bus tingkat antar kota.

Bangunan unik tersebut merupakan rumah tinggal milik Supardi (43), atau yang akrab disapa Bagong (BG).

Berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi, proses pembangunan dimulai sejak Februari 2026 bertepatan dengan awal bulan puasa, dan kini telah menarik perhatian ribuan pasang mata di media sosial.

Baca Juga: Unik! Warga Wonogiri Bangun Rumah Berbentuk Bus, Habiskan Rp160 Juta

Inspirasi dari Pengalaman Merantau

Supardi yang berprofesi sebagai tukang bangunan berpengalaman mengaku merancang sendiri rumahnya agar berbeda dari hunian sekitar.

Inspirasi desain ini datang dari kenangannya saat sering merantau ke Jakarta menggunakan armada bus PO Agra Mas.

Tak tanggung-tanggung, ia menghadirkan dua konsep bus sekaligus. Bangunan utama di sisi kanan dirancang menyerupai bus double decker (tingkat), sementara di sisi kiri terdapat bangunan tambahan berbentuk bus ukuran medium.

"Saya mau beda sama yang lain, kalau unik kan bisa mendongkrak wisata desa bahkan kabupaten," ungkap Supardi.

Interior Lapang dan Sirkulasi Udara Terjaga

Meski dari luar tampak seperti kendaraan besar, bagian dalam rumah ini menawarkan kenyamanan tinggal. Bangunan utama memiliki lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang 13 meter.

Penataan jendelanya dibuat dua deret di kiri dan kanan, memberikan kesan sedang berada di dalam susunan kursi bus tingkat.

Pencahayaan alami masuk dengan melimpah, membuat ruang tamu dan ruang keluarga terasa terang.

Sirkulasi udara juga diperhatikan secara matang dengan pintu di bagian depan dan belakang. Di bagian atas, terdapat area mezanin yang difungsikan sebagai kamar, sementara bangunan bus di sisi kiri disiapkan untuk area dapur dan ruang makan.

Kendala Dana Usai Habiskan Ratusan Juta

Untuk mewujudkan rumah impiannya ini, Supardi telah merogoh kocek sekitar Rp125 juta.

Dana tersebut terkuras habis untuk membeli material bangunan serta membayar upah enam tukang yang bekerja dalam waktu singkat, yakni sekitar enam pekan pengerjaan struktur utama.

Saat ini, kondisi fisik rumah baru mencapai sekitar 50-60 persen. Pengerjaan terpaksa terhenti sementara karena kendala finansial.

"Untuk penyelesaian itu yang jelas belum ada dana. Dananya terkuras habis, jadi ini masih dalam pencarian dana dulu," akunya jujur.

Walaupun belum rampung sepenuhnya, rumah bus tingkat ini sudah terlanjur viral dan mulai didatangi banyak orang yang penasaran.

Supardi berharap huniannya kelak tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi keluarganya, tetapi juga mampu menjadi potensi daya tarik wisata baru yang menggerakkan ekonomi di desanya.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Bus Tingkat #viral #wonogiri