SOLOBALAPAN, KUDUS - Suasana religius menyelimuti Masjid Jami’ Al-Idrus Besito, Gebog, Kabupaten Kudus pada Sabtu (11/4/2026) malam.
Ratusan pelajar yang tergabung dalam PAC IPNU-IPPNU Gebog berkumpul dalam gelaran "Pelajar NU Gebog Bersholawat" untuk meneguhkan spiritualitas dan komitmen berorganisasi.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembacaan sholawat, melainkan menjadi momentum refleksi mendalam bagi para kader muda Nahdlatul Ulama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Istiqomah sebagai Kunci Utama
Hadir sebagai penceramah, KH. M. Syarofudin Ismail Qoimas dari Rembang memberikan pesan kuat mengenai konsistensi dalam berbuat baik. Beliau mengutip kaidah masyhur yang sangat relevan bagi para pejuang organisasi.
“Al-istiqomah khoirun min alfi karomah,” tegas beliau. Kalimat ini bermakna bahwa ketetapan hati atau konsistensi dalam kebaikan jauh lebih utama dibandingkan dengan seribu karomah (kelebihan) yang bersifat sementara.
Beliau mengajak para pelajar untuk tetap teguh berkhidmah di NU meskipun menghadapi berbagai rintangan.
Baca Juga: Kisah Muhammad Arifin Ilham: Tantangan Mahasiswa Kudus Menaklukkan Panggung Kethoprak Solo
Karakter "Darso" (Sadar Dosa)
Dalam tausiyahnya, KH. Syarofudin juga memperkenalkan konsep Darso atau Sadar Dosa sebagai fondasi pembentukan karakter.
Kesadaran akan kekurangan diri sendiri dinilai akan mendorong seseorang lebih bijak dalam mengendalikan emosi.
"Ukuran kekuatan seseorang bukan terletak pada fisik, melainkan pada kemampuan menguasai diri saat marah," imbuhnya, mengingatkan pesan luhur Nabi Muhammad SAW mengenai hakikat orang yang kuat.
Selain itu, beliau menekankan tiga pedoman hidup sederhana untuk para kader:
-
Tidak berlebihan mencintai dunia (zuhud).
-
Menjauhi segala bentuk keburukan.
-
Menjaga perasaan sesama agar tidak tersakiti.
Prinsip Memberi dalam Organisasi
Semangat pengabdian ini juga diamini oleh Ketua PAC IPNU Gebog, Rekan Khasanul Muna.
Ia memberikan pesan menohok bagi para anggotanya mengenai mentalitas dalam berorganisasi agar tidak salah arah.
“IPNU bukan tempat untuk sekadar mencari, tapi tempat untuk memberi,” ujarnya dengan tegas.
Pola pikir ini diharapkan mampu menjaga kemurnian niat para pelajar dalam berjuang di bawah bendera NU tanpa mengharap pamrih materi semata.
Melalui kegiatan "Gebog Bersholawat" ini, IPNU-IPPNU Gebog berhasil menciptakan ruang spiritual yang tidak hanya menyejukkan hati, tetapi juga menajamkan visi gerak pelajar agar tetap bermanfaat bagi lingkungan sekitar secara berkelanjutan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo