Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kerugian Perang Harus Dibayar! Iran Beri Syarat Berat untuk Buka Kembali Jalur Selat Hormuz

Damianus Bram • Senin, 6 April 2026 | 16:54 WIB
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)

SOLOBALAPAN.COM — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.

Kantor Presiden Iran menyatakan pada Minggu (5/4/2026) bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional kini bergantung pada pembayaran kompensasi kerusakan perang.

Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, menegaskan posisi keras negaranya melalui platform X.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas! Iran Terapkan 'Tatanan Baru', Larang Kapal AS dan Israel Melintas, Bayar Transit Pakai Rial?

Kompensasi untuk Kerusakan Perang

Iran tampaknya tidak akan membiarkan jalur perdagangan minyak dunia tersebut kembali normal tanpa keuntungan finansial untuk memulihkan infrastruktur mereka yang hancur.

“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” tegas Mehdi Tabatabai, melalui platform X.

Langkah ini menyusul pembatasan ketat yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas pasca-serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Baca Juga: Kabar Gembira! Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Gak Naik Sampai Akhir 2026, Siapkan 'Bantalan' Rp420 Triliun

Serang Balik Retorika Donald Trump

Tak hanya soal teknis pelayaran, Tabatabai juga melontarkan kritik tajam kepada Presiden AS, Donald Trump.

Ia menilai pernyataan Trump belakangan ini merupakan bentuk keputusasaan dan kemarahan karena situasi kawasan yang tak terkendali.

“Trump melontarkan hinaan karena putus asa dan marah, serta tetap membanggakan perang skala penuh yang ia mulai di kawasan ini,” tambahnya.

Dampak ke Pasar Global

Pernyataan Iran ini menjadi sinyal bahaya bagi banyak negara. Sebagai jalur utama keluar-masuknya pasokan minyak dunia, tersendatnya Selat Hormuz bisa memicu lonjakan harga energi secara global.

Saat ini, Iran masih mempertahankan posisi siaga dengan menyiagakan drone dan rudal sebagai bentuk pertahanan diri, sembari terus menekan komunitas internasional untuk mengakui kedaulatan mereka di perairan strategis tersebut.

Dunia kini menanti, apakah AS dan sekutunya akan menerima syarat "uang tebusan" transit ini atau justru menambah kekuatan militer di kawasan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#perang #as #Israel #iran #selat hormuz