SOLOBALAPAN.COM — Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi nekat bin berbahaya yang dilakukan sekelompok pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebuah rekaman video yang viral pada Senin (6/4/2026) memperlihatkan lima pria secara sadar menenggak cairan oli mesin.
Sontak, aksi ini memanen hujatan dan "rujakan" pedas dari para netizen.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria dengan santainya membuka segel botol oli menggunakan gunting tanaman, lalu meminumnya bergantian menggunakan tutup botol dan gelas plastik.
Klaim Spiritual vs Fakta Medis
Bukannya mual, mereka justru bersenda gurau di depan kamera. Narasi video tersebut mengklaim bahwa pelumas mesin bisa menjadi penawar penyakit atas "izin Sang Pencipta".
Tentu saja, ini adalah hoaks besar yang mematikan! Secara medis, oli mesin mengandung senyawa hidrokarbon dan aditif kimia berat yang bersifat toksik (beracun).
Mengonsumsi zat ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati dan ginjal, dimana zat kimia berat langsung merusak sel organ penyaring racun.
Tak hanya itu saja, kerusakan paru-paru juga bisa terjadi, dimana jika zat ini terhirup ke saluran napas saat diminum, bisa memicu pneumonia kimiawi.
Kemudian penumpukan zat aditif dalam darah bisa berujung pada kematian mendadak.
Netizen Geram: "Dokter Kalah Sama Sebotol Oli"
Dilansir dari lama Harian Fajar, reaksi keras membanjiri kolom komentar di sejumlah media sosial yang mengunggah video tersebut.
Warganet menyayangkan rendahnya literasi kesehatan yang membuat orang tega mempertaruhkan nyawa demi hal yang tidak masuk akal.
"Dokter spesialis yang sudah sekolah bertahun-tahun pun kalah sama sebotol oli. Bener-bener speechless," tulis akun @deepchaa.
"Yang gini-gini kalau nanti kritis, ujung-ujungnya yang disalahin nakes (tenaga kesehatan)," timpal akun @elements.dindong.
Polisi Diminta Turun Tangan
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian di wilayah Sulawesi Selatan masih menelusuri identitas pasti kelima pria tersebut.
Aparat diimbau segera bertindak guna mencegah adanya masyarakat lain yang terpengaruh oleh konten menyesatkan ini.
Masyarakat diminta tetap kritis dan tidak meniru aksi berbahaya tersebut. Ingat, oli mesin dibuat untuk kendaraan, bukan untuk tubuh manusia. (dam)
Editor : Damianus Bram