Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Nasib Aipda Vicky Aristo Katiandagho Usai Bongkar Skandal Korupsi di Minahasa: Pilih Buka Warung Kopi Ketimbang Tunduk pada Penjilat!

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 5 April 2026 | 21:24 WIB
Vicky Katiandagho.
Vicky Katiandagho.

SOLOBALAPAN, TOMOHON - Sosok Aipda Vicky Aristo Katiandagho tengah menjadi buah bibir setelah memutuskan untuk menanggalkan seragam cokelatnya.

 Mantan Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Minahasa yang dikenal vokal mengusut kasus korupsi ini, kini memilih jalan hidup baru sebagai pengusaha kopi di Sulawesi Utara.

Keputusannya mundur dari kepolisian mengejutkan banyak pihak, terutama karena terjadi di tengah upayanya membongkar skandal korupsi besar yang diduga melibatkan tokoh penting di Kabupaten Minahasa.

Dari Kursi Penyidik ke Warung Kopi

Setelah resmi mengakhiri masa dinasnya, Vicky membuka warung kopi bernama “Kopi Katiandagho” yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Tomohon.

Baca Juga: Pilih Mundur dari Polisi, Vicky Katiandagho Pernah Terlibat Kasus Apa? Viral Sang Abdi Negara Kini Pilih Dagang Saja!

Ia menyajikan kopi robusta lokal khas Minahasa sebagai jembatan untuk tetap terhubung dengan masyarakat tanpa harus mengenakan lencana penyidik.

"Saya masih menikmati jualan kopi," ujarnya dengan nada santai, Kamis (2/4/2026). Melalui media sosial, ia sempat melontarkan kalimat menohok terkait prinsip hidupnya: “Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat.”

Isu Mutasi di Tengah Pengusutan Kasus "Tas Ramah Lingkungan"

Vicky mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya dipicu oleh mutasi mendadak ke Polres Kepulauan Talaud saat ia sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan Tas Ramah Lingkungan tahun 2020.

Kasus ini ditaksir merugikan negara hingga miliaran rupiah dan telah masuk tahap penyidikan sejak September 2024.

"Saya sedang menangani perkara yang mengundang atensi publik, yaitu perkara korupsi yang melibatkan orang-orang penting di Kabupaten Minahasa," tegasnya.

Mutasi ke wilayah kepulauan tersebut dianggapnya sebagai kendala dalam menuntaskan perkara yang sedang berjalan.

Klarifikasi Polda Sulut: "Murni Kenang-kenangan Pensiun"

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, memberikan keterangan berbeda.

Berdasarkan hasil klarifikasi Biro Paminal Bidpropam, pihak kepolisian menyebut video viral Aipda Vicky yang bersujud dengan pakaian dinas adalah bentuk loyalitas, bukan kekecewaan.

"Video tersebut dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi," jelas Kombes Alamsyah, Sabtu (4/4/2026).

 Polda Sulut menegaskan bahwa narasi provokatif yang beredar di media sosial ditambahkan oleh pihak lain tanpa izin Vicky.

Profil Tokoh: Aipda Vicky Aristo Katiandagho

Kisah Vicky kini menjadi simbol perdebatan antara integritas penyidik di lapangan dengan dinamika mutasi jabatan di dalam institusi Polri.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Aipda Vicky #Vicky Aristo Katiandagho #warung kopi #skandal korupsi