Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Riki Sapari? Oknum Staf KBRI yang Tuai Kecaman Usai Suruh Pekerja Migran Masuk Penjara Lagi, Mantan Kepala BP2MI Ikut Mengecam

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 5 April 2026 | 19:19 WIB
Riki Sapari
Riki Sapari

 

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan aksi seorang oknum staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia bernama Riki Sapari.

Video yang memperlihatkan sikap arogannya saat menghadapi seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga ilegal viral dan menuai kecaman luas, termasuk dari tokoh pelindungan buruh migran.

Mantan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, secara terbuka menyayangkan tindakan staf tersebut yang dinilai tidak mencerminkan fungsi pelayanan negara terhadap warga negaranya di luar negeri.

Duduk Perkara: Dari Dokumen Hingga Masalah Perut

Dalam video yang beredar, Riki Sapari tampak meluapkan kekesalannya kepada seorang pria PMI yang disebutnya merupakan mantan narapidana dan tidak memiliki dokumen resmi.

Baca Juga: Siapa Mukhtarudin? Politikus Senior Golkar yang Dipercaya Prabowo Menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Riki mengklaim bahwa PMI tersebut sulit diajak bekerja sama saat diminta melengkapi dokumen agar bisa dibantu oleh pihak KBRI.

"Udah pernah masuk penjara, datang lagi lalu belakangan nggak ada dokumen apa-apa pun. Disuruh lengkapi dokumen alasannya nggak ada keluarga di sana. Disuruh telepon keluarga bilangnya nggak ada nomor kontaknya," ujar Riki dalam cuplikan video yang dikutip Minggu (5/4/2026).

Kekesalan Riki memuncak saat PMI tersebut mengaku belum makan dan ujung-ujungnya meminta bantuan uang. Merasa geram dengan berbagai alasan sang pekerja, Riki lantas berujar bahwa PMI tersebut lebih baik kembali ke penjara saja.

Kecaman dari Benny Rhamdani

Unggahan tersebut langsung direspons oleh Benny Rhamdani. Sebagai sosok yang lama bergelut dalam isu pelindungan PMI, Benny menilai bahwa meskipun seorang pekerja melakukan kesalahan administratif (ilegal), petugas negara tetap wajib memberikan pembinaan dan pelayanan dengan cara yang manusiawi.

Sikap "suruh masuk penjara" yang dilontarkan Riki dianggap sangat tidak etis dan melukai perasaan para pejuang devisa yang sedang kesulitan di negeri orang.

Warganet pun turut membanjiri kolom komentar dengan nada serupa, menuntut adanya evaluasi terhadap perilaku oknum staf di KBRI Malaysia tersebut.

Profil Tokoh: Benny Rhamdani

Hingga saat ini, pihak KBRI Malaysia maupun Kementerian Luar Negeri belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi atau tindak lanjut terhadap Riki Sapari atas video viral tersebut.

Kasus ini kembali mencoreng citra pelayanan publik Indonesia di luar negeri yang seharusnya menjadi pelindung bagi warganya.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Riki Sapari #Staf KBRI #Pekerja Migran #Kepala BP2MI