SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi tak senonoh sepasang muda-mudi di sebuah warung dimsum di Solo.
Video berdurasi sekitar 1 menit lebih itu langsung viral dan memicu beragam reaksi publik, mulai dari kecaman hingga rasa prihatin.
Tak hanya soal aksinya, publik juga dibuat penasaran dengan kelanjutan kasus ini, termasuk kabar bahwa pelaku akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada pihak pemilik usaha.
Kronologi Video Viral di Warung Dimsum Solo
Peristiwa ini terjadi di sebuah kedai bernama PPAI Dimsum Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pasangan tersebut datang sekitar pukul 11.30 WIB dan menghabiskan waktu hingga lebih dari tiga jam di lokasi.
Mereka memesan satu porsi makanan dan memilih duduk di lantai dua yang relatif sepi.
Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan tidak senonoh.
Dalam rekaman yang viral, terlihat awalnya keduanya duduk berdampingan, sebelum kemudian si pria mulai mendekat dan melakukan aksi yang tak pantas di ruang publik.
Menariknya, aksi tersebut sempat disadari oleh pelaku pria. Ia bahkan mencoba menghindari sorotan kamera.
"Mereka datang, si cowok melihat CCTV dan sempat memindah CCTV agar mereka berada di blind spot. Tapi CCTV saya mengikuti gerak orang, ketika mereka bergerak CCTV balik," tulis pengelola PPAI Dimsum.
Namun upaya tersebut gagal karena kamera yang digunakan memiliki fitur pelacak gerakan (motion tracking), sehingga seluruh aktivitas tetap terekam jelas.
Terekam CCTV Selama Berjam-jam
Dari keterangan pemilik usaha, aksi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Justru, pasangan ini berada di lokasi cukup lama.
"Saya pikir cuma biasa tidak separah itu. Karena saat saya dikasih lihat partner saya itu awalnya ciuman. Saat aku cek dari mereka datang sekitar jam 11.30 WIB sampai jam 14.30 WIB, itu ada part-partnya (yang lebih parah)," kata Radya kepada media.
Selama berada di sana, mereka bahkan sempat bersikap normal ketika ada pengunjung lain datang ke lantai dua. Hal ini membuat kejadian tersebut semakin disayangkan.
Reaksi Pemilik Usaha: Kecewa dan Geram
Pemilik usaha mengaku sangat kecewa karena tempat usahanya disalahgunakan untuk tindakan tidak pantas. Ia menegaskan bahwa tujuan unggahan video tersebut bukan untuk mempermalukan, melainkan sebagai peringatan.
"Mas mbak, jujur minpai gak mau ikut campur masalah ini. Tapi tolong banget dong, jangan kotori tempat usaha kami, tempat dimana banyak orang mencari rezeki," tulis pengelola warung dimsum dalam caption video yang viral tersebut.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha lain agar lebih waspada.
"Reminder, juga buat para pemilik usaha lain untuk selalu cek cek yaaaaa. Ini kejadian baru banget tadi siang soalnya," tulis mereka.
Pemilik juga menegaskan tidak memiliki dendam pribadi, namun merasa keberatan karena citra usahanya ikut terdampak.
"Saya tidak ada dendam dan masalah apapun, tapi saya kesal tempat usaha saya dinodai. Terlebih menurut kepercayaan saya ketika ada perilaku zina, tetangganya kena. Takutnya berimbas pada usaha kami," lanjutnya.
Baca Juga: Siap Jadi Primadona, Suzuki XBee Pas untuk Gaya Anak Muda tapi Tetap Irit BBM dan Punya Kabin Lega
Pelaku Minta Maaf, Tapi Gunakan Akun Palsu
Setelah video viral dan menuai kecaman, salah satu pelaku akhirnya menghubungi pihak pemilik usaha. Namun, permintaan maaf tersebut dilakukan melalui akun palsu atau second account.
"Ini pelakunya DM saya dengan second account, dia minta maaf dan meminta tidak disebarluaskan. Tapi dia minta maaf saja pakai second account tidak pakai akun aslinya," pungkasnya.
Dalam pesan yang beredar, pelaku menyampaikan penyesalan atas perbuatannya.
"Terkait dengan postingan tersebut dari kami mohon tolong untuk mboten di sebari luas di media mas/mba admin. Dari kami mohon maaf dan bener-bener maaf tidak melihat tempat melakukan tindakan yang kurang enak buat dilihat orang-orang mas/mba," ungkapnya.
Meski demikian, permintaan maaf tersebut justru menuai kritik dari warganet karena dianggap tidak tulus.
Jadi Pelajaran Publik
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang etika berperilaku di ruang publik. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan di area usaha, terutama di sudut-sudut yang minim pantauan langsung.
Pemilik usaha pun berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Sebenarnya saya merilis itu buat imbauan pengusaha yang lain, supaya hal itu tidak kejadian lagi," terangnya.
Di sisi lain, publik diharapkan lebih bijak dalam menyikapi konten viral, serta tidak ikut menyebarkan hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak. (lz)
Editor : Laila Zakiya