SOLOBALAPAN, KEDIRI - Kabar duka menyelimuti dunia penyiaran di Jawa Timur. Salah satu media legendaris, Radio Wijang Songko (RWS) FM, secara resmi mengakhiri masa siarannya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang selama 58 tahun menemani telinga masyarakat Kediri dan sekitarnya.
Radio yang terakhir kali mengudara di frekuensi 99.00 MHz ini dikenal sebagai kawah candradimuka bagi para praktisi media dan sahabat setia bagi para pekerja malam di wilayah Kediri.
Alasan di Balik Keputusan Pensiun
Keputusan berat untuk menghentikan operasional stasiun radio yang berdiri sejak tahun 1968 ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Selain dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa, faktor usia pemilik tunggal menjadi alasan utama manajemen untuk "memensiunkan" RWS.
"Pimpinan RWS ini dipegang tunggal, beliaunya sudah menginjak usia 83 tahun.
Jadi dengan usia yang sudah banyak ini beliau memutuskan untuk pensiun," jelas Manager RWS, Lindawati, Selasa (31/3/2026).
Meskipun saat ini berhenti, Lindawati menyebut tidak menutup kemungkinan RWS bakal muncul kembali di masa depan dengan format yang baru.
Program Ikonik yang Melekat di Hati Pendengar
Selama hampir enam dekade, RWS sukses membangun kedekatan emosional dengan pendengarnya melalui berbagai program hiburan yang merakyat.
Beberapa program dan karakter yang menjadi ikon radio ini antara lain:
-
Pak Piket: Program yang menemani pekerja shift malam dan penjaga angkringan selama 20 tahun terakhir.
-
Hello Dangdut & Selamat Pagi RWS: Program musik dan sapaan pagi yang menyemangati aktivitas warga.
-
Karakter Legendaris: Sosok seperti Lek Dul, Temon, Ginuk, hingga Gembrot dalam program Pamor (Pesona Humor) telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Kediri.
Kehilangan Besar Bagi Dunia Media Kediri
Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Ronny Yusianto, turut menyayangkan berhentinya siaran RWS. Menurutnya, RWS bukan sekadar media, melainkan bagian dari sejarah dan warna kehidupan masyarakat Kota Kediri selama lebih dari setengah abad.
Selain itu, RWS dikenal memiliki budaya kerja yang sangat disiplin namun kekeluargaan.
Hal inilah yang membuat banyak jurnalis dan penyiar di Kediri menganggap stasiun ini sebagai "sekolah" pertama mereka dalam meniti karier di dunia komunikasi.
Profil Singkat: Radio Wijang Songko (RWS)
-
Tahun Berdiri: 1968 (Awalnya bernama Radio Pattimura).
-
Frekuensi Terakhir: 99.00 MHz (Sejak 2017).
-
Lokasi Studio: Kediri, Jawa Timur.
-
Masa Siar: 58 Tahun.
-
Status Terkini: Berhenti siaran per 1 April 2026.
Meskipun pemancar kini telah dipadamkan, pihak manajemen menyampaikan pesan haru bagi para pendengar setianya. "Kami tidak benar-benar pergi, ini hanya jeda. Kami berharap bisa kembali," tutup Lindawati.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo