Instruksi Presiden Prabowo: Pertamina Batal Sesuaikan Harga BBM, Stok Nasional Dijamin Aman, Masyarakat Diminta Jangan Panik

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 18:20 WIB
Isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026 memicu lonjakan pembelian di SPBU Kartasura hingga dua kali lipat, meski belum ada pengumuman resmi. (HERNINDYA JALU ADITYA MAHARDIKA/SOLOBALAPAN.COM)
Isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026 memicu lonjakan pembelian di SPBU Kartasura hingga dua kali lipat, meski belum ada pengumuman resmi. (HERNINDYA JALU ADITYA MAHARDIKA/SOLOBALAPAN.COM)

 

SOLOBALAPAN, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan memberikan pernyataan tegas guna meredam keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) tidak akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk jenis BBM subsidi maupun non-subsidi, per Rabu, 1 April 2026.

Instruksi Langsung Presiden Prabowo Subianto

Keputusan untuk mempertahankan harga BBM ini diambil setelah Kementerian ESDM dan Pertamina melakukan koordinasi intensif atas petunjuk langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil dengan pertimbangan utama menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika global.

"Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi. Harga tidak terjadi penyesuaian," tegas Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Per 1 April 2026, Beli BBM Bersubsidi Kena 'Jatah'? Ini Aturan Maksimal Pembelian Solar dan Pertalite Terbaru!

Menepis Hoaks Proyeksi Harga di Media Sosial

Penegasan dari Istana ini sekaligus mematahkan dokumen proyeksi kenaikan harga yang sempat viral di media sosial.

 Sebelumnya, beredar informasi tidak resmi yang menyebutkan kenaikan drastis pada produk Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, hingga Dexlite akibat meroketnya harga minyak dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa infografis yang beredar tersebut sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 "Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ujar Baron.

Jaminan Ketersediaan Stok Nasional

Selain masalah harga, pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).

Pemerintah menjamin bahwa pasokan dan ketersediaan BBM di seluruh SPBU dalam negeri berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin," imbuh Prasetyo Hadi.

Ringkasan Status Harga BBM per 1 April 2026:

Jenis BBM Status Harga Keterangan
Pertalite & Biosolar TETAP Subsidi dipertahankan atas instruksi Presiden.
Pertamax (RON 92) TETAP Tidak ada penyesuaian harga per awal April.
Pertamax Turbo & Dex Series TETAP Proyeksi kenaikan di medsos dinyatakan tidak valid.
Stok Nasional AMAN Masyarakat diimbau tidak panic buying.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk energi, akan selalu memprioritaskan kepentingan rakyat kecil.

Dengan kepastian ini, harga di SPBU seluruh Indonesia dipastikan masih mengacu pada harga periode Maret 2026. (did) 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Presiden Prabowo pertamina harga bbm