SOLOBALAPAN, JAKARTA - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya infografis berlabel “CONFIDENTIAL” yang memuat proyeksi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026.
Dalam informasi yang viral tersebut, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax disebut melonjak hingga Rp17.000-an, sementara jenis Dexlite meroket hingga Rp23.650 per liter.
Menanggapi keresahan masyarakat, PT Pertamina (Persero) akhirnya buka suara.
Isi Informasi Viral: Lonjakan Drastis Harga BBM
Pemicu utama isu ini dikaitkan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran yang menyebabkan harga minyak dunia menembus angka USD 120 per barel.
Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menyentuh angka Rp16.877 disebut sebagai faktor penguat kenaikan harga.
Berikut rincian harga "hoaks" yang beredar di medsos:
-
Pertamax (RON 92): Dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.
-
Pertamax Green 95: Dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter.
-
Pertamax Turbo: Dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.
-
Pertamina Dex: Dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter.
-
Dexlite: Dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter.
Penjelasan Resmi Pertamina: Informasi Tidak Valid
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, secara tegas membantah informasi tersebut.
Ia menyatakan bahwa hingga saat ini Pertamina belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga per 1 April 2026.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026. Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Baron di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baron mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada saluran informasi resmi milik Pertamina untuk mengetahui perkembangan harga bahan bakar di lapangan.
Komitmen Pemerintah: BBM Subsidi Tetap Aman
Di tengah fluktuasi harga energi global, pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan berupaya maksimal menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.
Fokus utama pemerintah adalah memastikan Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan harga guna melindungi daya beli masyarakat luas di tengah krisis energi.
Baca Juga: Isu BBM Naik, SPBU Langsung Diserbu: Belum Resmi, Tapi Tangki Sudah Penuh Duluan
Bahlil menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan selalu memprioritaskan kondisi ekonomi sosial masyarakat.
Kesimpulan untuk Pembaca:
| Status Informasi | Keterangan |
| Harga Per 1 April | Belum ada keputusan resmi dari Pertamina/Pemerintah. |
| BBM Subsidi | Dipastikan diupayakan tidak naik (Pertalite & Biosolar). |
| Infografis "Confidential" | Tidak dapat dipertanggungjawabkan (Hoaks). |
| Pesan Penting | Gunakan energi secara bijak dan pantau akun resmi Pertamina. |
Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh selebaran digital yang tidak jelas sumbernya, terutama yang mengatasnamakan dokumen rahasia negara namun disebarkan secara bebas di grup-grup pesan singkat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo