SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kasus dugaan oknum guru di Depok yang menawarkan jasa asusila kepada anak-anak menggunakan selebaran kertas.
Insiden ini sontak memicu kemarahan publik setelah video konfrontasi seorang ibu terhadap pelaku viral di berbagai platform.
Peristiwa ini pertama kali mencuat dari unggahan di media sosial yang menyebut bahwa pelaku beraksi di sebuah warung bakso di kawasan Pamulang.
Saat itu, seorang anak tengah bersama ibunya ketika pelaku memberikan selebaran mencurigakan.
"Kejadian tadi malam, anak ibu Sofie sedang makan bakso di daerah Pamulang dan diberi selembaran seperti di foto," tulis pengakuan akun @nazmashahab13.
Tak butuh waktu lama, isi selebaran tersebut langsung memicu reaksi keras dari sang ibu hingga berujung konfrontasi di lokasi.
Kronologi dan Transkrip Video Viral
Dalam video yang beredar luas, terlihat momen saat ibu-ibu berdaster meluapkan emosinya kepada pria yang diduga pelaku.
"Maksudnya apa, an**ng?" ucap ibu-ibu berdaster dalam video viral yang beredar di akun X @txtdarigenz97.
"Enggak bu," jawab lelaki yang diduga pelaku sambil duduk di atas motor.
"Maksud lo apa? Lo mau gua gebukin di sini lo?" lanjut sang ibu dengan nada tinggi.
"Maap bu," kata pria tersebut singkat.
"Lo sama semua orang begitu lo ya?" ujar ibu tersebut.
"Lo kalo mau rusak, rusak aja sendiri!" tambahnya dengan emosi.
"Orang mana lo?" tanya ibu itu.
"Kebayoran Lama bu," jawab lelaki tersebut.
"Lo sakit lo ya? Lo kalo sakit jangan bawa-bawa orang," tutup sang ibu dalam video yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan bagaimana pelaku hanya bisa meminta maaf tanpa banyak memberikan perlawanan saat ditegur keras di lokasi.
Modus Gunakan Kertas, Target Diduga Anak-anak
Dari informasi yang beredar, pelaku menggunakan cara yang tergolong nekat dan mencengangkan.
Ia menawarkan jasa melalui secarik kertas yang berisi rincian tarif layanan.
Dalam selebaran tersebut, tertulis harga berdasarkan kategori usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga dewasa.
Fakta ini membuat publik semakin geram karena target yang diduga menyasar anak-anak.
Seorang wanita di lokasi bahkan langsung memeriksa isi tas pelaku untuk memastikan dugaan tersebut. Dari penggeledahan itu, ditemukan identitas serta sejumlah barang yang kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Dugaan HIV Ikut Memicu Kehebohan
Selain tindakan asusila, isu lain yang membuat kasus ini semakin viral adalah dugaan bahwa pelaku mengidap HIV.
Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan obat tertentu di dalam tas pelaku.
"Parahnya pelaku HIV, entah berapa korban yangs udah terjerat," sambungnya dalam pengakuan tersebut.
Temuan ini kemudian diperkuat dengan pernyataan lain yang menyebut jenis obat tersebut biasa digunakan oleh pasien HIV/AIDS.
"Obat tersebut memang obat yg digunakan untuk pasien HIV/AIDS," tambah akun X @valiisaa.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait status kesehatan pelaku.
Status Hukum Masih Belum Jelas
Hingga berita ini ditulis, belum ada perkembangan resmi terkait penanganan hukum terhadap pria tersebut.
Publik masih menunggu kejelasan mengenai identitas, motif, serta kemungkinan adanya korban lain.
Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa potensi kejahatan terhadap anak bisa terjadi di ruang publik, bahkan dengan modus yang tidak terduga.
Pentingnya Kewaspadaan Orang Tua
Peristiwa ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama saat berada di tempat umum. Edukasi terkait bahaya kejahatan seksual juga menjadi langkah penting untuk pencegahan.
Di tengah derasnya informasi yang beredar, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan tidak mudah percaya pada spekulasi yang belum terverifikasi.
Kasus ini bukan hanya soal viralitas, tetapi juga soal keamanan dan perlindungan anak yang harus menjadi prioritas bersama. (lz)
Editor : Laila Zakiya