SOLOBALAPAN.COM – Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya foto dan identitas yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.
Polisi memastikan bahwa gambar-gambar yang viral di berbagai platform media sosial tersebut adalah hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa penyebaran foto palsu ini diduga kuat sebagai upaya sengaja dari pihak pelaku untuk mengaburkan proses hukum yang tengah berjalan.
Strategi "Panic Attack" Kelompok Pelaku
Munculnya konten-konten rekayasa tersebut disinyalir sebagai bentuk kepanikan dari kelompok pelaku.
Hal ini terjadi setelah rekaman video asli di tempat kejadian perkara (TKP) mulai terpublikasi secara luas dan mempersempit ruang gerak mereka.
"Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik. Pelaku dan jaringannya berupaya mengaburkan penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau sketsa hasil rekayasa Artificial Intelligence," ujar Kombes Pol Iman, Selasa (17/3/2026).
Imbauan Polisi: Waspada Link dan Unggahan Hoaks
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan unggahan atau tautan di media sosial yang mengklaim telah menemukan identitas pelaku.
Berdasarkan hasil verifikasi tim ahli kepolisian, informasi yang menyertakan foto wajah hasil olahan AI tersebut dipastikan tidak valid.
"Kami pastikan bahwa kiriman link atau unggahan tersebut adalah hoaks. Masyarakat dimohon tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi," tegas Iman.
Pengejaran Terus Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Polda Metro Jaya masih terus melakukan pengejaran dan pendalaman kasus berdasarkan bukti-bukti otentik, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi kunci.
Polisi berkomitmen mengungkap identitas asli pelaku penyiraman cairan keras terhadap Andrie Yunus secepat mungkin. (dam)
Editor : Damianus Bram