SOLOBALAPAN.COM – Suasana khusyuk shalat tarawih malam ke-27 Ramadhan di Masjid Raya Pesona, Kecamatan Patrang, Jember, berubah menjadi horor pada Senin malam (16/3/2026).
Sebuah ledakan hebat yang bersumber dari area tempat wudhu memecah keheningan ibadah dan memicu kepanikan massal.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tersebut mengakibatkan puluhan jamaah yang tengah melaksanakan rakaat ke-14 shalat tarawih panik dan berhamburan keluar masjid demi menyelamatkan diri.
Sumber Ledakan dari Lemari Tak Terpakai
Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil, mengonfirmasi bahwa ledakan diduga kuat berasal dari sebuah lemari yang sudah tidak digunakan di ruangan dekat tempat wudhu laki-laki.
Suara dentumannya begitu keras hingga terdengar sampai ke pemukiman warga di kampung sebelah.
"Ledakan terjadi saat salat tarawih sekitar pukul 19.30 WIB. Ledakannya di tempat wudhu laki-laki, ada lemari tidak terpakai yang diduga menjadi sumber ledakan. Sampai kampung sebelah sana kedengeran katanyar," ujar Fadil dikutip dari Radar Jember, Selasa (17/3/2026).
Meski tidak ada korban jiwa, seorang jamaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran serius akibat kerasnya suara ledakan tersebut.
Sementara fasilitas masjid yang rusak, di antaranya plafon, etalase buku, serta roster di sekitar lokasi ledakan.
Polisi Pasang Garis Kuning, Ibadah Dihentikan Sementara
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polres Jember langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Garis polisi (police line) telah dipasang di area masjid untuk mengamankan lokasi dari warga yang berkerumun.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti ledakan misterius tersebut.
“Penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan. Lokasi sudah kami amankan dan masyarakat kami imbau tidak mendekat hingga situasi dinyatakan kondusif,” tutur AKP Angga, Selasa (17/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, seluruh aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona dihentikan sementara demi alasan keamanan. Polisi masih mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau murni kecelakaan teknis dalam insiden ini. (dam)
Editor : Damianus Bram