SOLOBALAPAN.COM – Tabir gelap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai tersingkap.
Polda Metro Jaya mengungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku serangan brutal tersebut berjumlah empat orang dan telah melakukan pengintaian serta pembuntutan berjam-jam sebelum eksekusi.
Fakta ini mematahkan dugaan awal yang menyebut pelaku hanya berjumlah dua orang.
Serangan ini kini terindikasi kuat sebagai sebuah aksi terencana yang sangat sistematis.
CCTV Rekam Jejak Pelaku di SPBU Cikini
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa empat terduga pelaku yang mengendarai dua sepeda motor telah membuntuti Andrie bahkan sebelum ia tiba di lokasi kejadian.
”Diduga empat orang terduga pelaku menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah YLBHI,” ungkap Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku terlihat jelas membuntuti Andrie saat korban mengisi BBM di SPBU Cikini pada pukul 23.32 WIB.
Hanya berselang lima menit kemudian, tepatnya pukul 23.37 WIB, eksekusi dilakukan di persimpangan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat.
Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 24 Persen
Dilansir dari JawaPos.com, serangan cairan kimia tersebut berdampak sangat fatal bagi kesehatan Andrie Yunus.
Pihak RSCM mengonfirmasi bahwa aktivis HAM tersebut mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen di sekujur tubuhnya.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, merinci area tubuh korban yang paling terdampak adalah bagian tangan, dada, muka, hingga area mata yang kini memerlukan penanganan medis khusus.
“Kejadian ini sangat terorganisir. Andrie diserang tepat setelah merampungkan podcast bertajuk ‘Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia’ di Kantor YLBHI,” tutur Dimas.
Misi Pembungkaman Suara Kritis?
Waktu kejadian yang berdekatan dengan aktivitas Andrie menyuarakan isu sensitif di YLBHI semakin menguatkan dugaan adanya motif pembungkaman.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami identitas keempat pelaku melalui pelacakan plat nomor kendaraan dan analisis wajah dari rekaman CCTV di sepanjang rute Cikini hingga Salemba.
Publik kini mendesak Polda Metro Jaya untuk segera menangkap aktor intelektual di balik serangan ini, mengingat status Andrie sebagai pembela HAM yang dilindungi undang-undang. (dam)
Editor : Damianus Bram