SOLOBALAPAN.COM - Rumor mengenai kematian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Isu tersebut semakin viral setelah beredar potongan video yang memperlihatkan Netanyahu seolah memiliki enam jari saat berbicara di depan publik.
Spekulasi ini muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Banyak pengguna media sosial kemudian mengaitkan kejanggalan pada video tersebut dengan dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Namun, pemerintah Israel dengan cepat merespons rumor tersebut dan menegaskan bahwa kabar yang beredar tidak benar.
Rumor Netanyahu Tewas Viral di Media Sosial
Isu mengenai kematian Netanyahu mulai ramai setelah sejumlah akun media sosial menyebarkan foto dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa pemimpin Israel tersebut telah tewas akibat serangan Iran.
Salah satu potongan video yang viral memperlihatkan Netanyahu sedang memberikan pernyataan publik.
Dalam cuplikan tersebut, sebagian warganet menilai tangan Netanyahu tampak memiliki enam jari sehingga memicu spekulasi bahwa video itu merupakan hasil rekayasa AI.
“Ini jelas Ai. Israhell sedang menutupi fakta kalau Satanyahu kemungkinan besar sdh tewas, juga petinggi mossad dan menteri keamanan nasional. Semua modar,” tulis seorang pengguna Facebook di kolom komentar terkait video tersebut.
“AI, jari tangannya ada 6,” tulis pengguna media sosial lainnya.
Rumor tersebut semakin meluas setelah beredar laporan media Iran yang menyebut adanya klaim serangan terhadap kediaman Netanyahu pada awal Maret.
Kantor PM Israel Bantah Kabar Netanyahu Meninggal
Menanggapi kabar yang beredar, Kantor Perdana Menteri Israel langsung memberikan klarifikasi.
“Itu adalah berita palsu. Perdana Menteri baik-baik saja,” sebut dalam pernyataan Kantor PM Israel dikutip dari Anadolu Agency.
Pemerintah Israel sebelumnya juga telah beberapa kali membantah rumor kematian Netanyahu yang beredar di media sosial.
Isu tersebut muncul di tengah ketegangan kawasan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang memicu konflik lebih luas di Timur Tengah.
Netanyahu Tampil Santai Minum Kopi
Di tengah rumor yang terus berkembang, Netanyahu bahkan sempat mengunggah video di akun media sosialnya untuk menunjukkan bahwa dirinya dalam kondisi baik.
Dalam video tersebut, ia terlihat santai membeli kopi di sebuah kedai.
"Saya ngidam kopi," ungkap Netanyahu dalam bahasa Ibrani.
Netanyahu juga menyinggung rumor yang beredar mengenai jumlah jarinya.
"Apa kalian ingin menghitung jumlah jari saya?" candanya, sambil tersenyum dan menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya.
"Cheers!" sebut Netanyahu kemudian sembari mengangkat gelas kopinya.
Video berdurasi sekitar satu menit itu pun menjadi respons langsung terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.
Fakta di Balik Video Netanyahu Berjari Enam
Banyak warganet yang meyakini video pidato Netanyahu yang viral merupakan hasil rekayasa AI karena terlihat seolah ia memiliki enam jari.
Namun hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak terbukti.
Dalam cuplikan yang beredar, Netanyahu memang terlihat menunjuk dengan kedua tangannya sehingga sebagian orang salah mengidentifikasi jumlah jarinya.
Setelah diperiksa lebih teliti, kejanggalan visual tersebut ternyata muncul karena pantulan cahaya pada telapak tangan saat ia melakukan gestur menunjuk.
Pantulan cahaya tersebut menimbulkan bayangan yang membuat jari tampak seperti berjumlah enam.
Rekaman utuh konferensi pers yang dirilis oleh Israeli Government Press Office (GPO) di YouTube juga tidak menunjukkan adanya indikasi manipulasi video maupun penggunaan teknologi AI.
Dalam video asli tersebut, Netanyahu terlihat berinteraksi secara aktif dengan para wartawan melalui konferensi video dan menjawab berbagai pertanyaan tanpa kejanggalan teknis.
Konflik Timur Tengah Memicu Spekulasi
Spekulasi mengenai kondisi Netanyahu semakin berkembang karena situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki pekan ketiga sejak pecah pada 28 Februari 2026.
Iran bahkan menyatakan akan memburu Netanyahu sebagai balasan atas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Meski demikian, berbagai rumor mengenai kematian Netanyahu maupun tuduhan penggunaan video AI telah dipastikan sebagai informasi yang tidak benar.
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa video yang beredar merupakan rekaman asli, sedangkan kejanggalan pada jumlah jari hanyalah efek visual akibat sudut kamera dan pantulan cahaya. (lz)
Editor : Laila Zakiya