Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Prabowo hingga Novel Baswedan Tegas Minta Teror ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diusut Tuntas, Awas Foto Pelaku Cuma AI!

Laila Zakiya • Senin, 16 Maret 2026 | 09:33 WIB

Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.
Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus menjadi perhatian publik.

Sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden Prabowo Subianto hingga mantan penyidik KPK Novel Baswedan, secara tegas meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.

Di tengah proses penyelidikan, polisi juga mengingatkan masyarakat terkait beredarnya foto terduga pelaku yang ternyata merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Prabowo Perintahkan Kasus Diusut Tuntas

Presiden Prabowo Subianto disebut telah memberikan perintah langsung kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk menangani kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara serius.

Pemerintah menekankan bahwa penanganan perkara harus dilakukan secara profesional dan transparan.

"Negara berkepentingan memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap warga negara ditangani secara serius dan berkeadilan," katanya, dikutip Minggu (15/3/2026).

Arahan tersebut juga disampaikan kepada aparat penegak hukum agar proses pengungkapan kasus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming juga menyampaikan perhatian dan keprihatinan mendalam atas kejadian ini, seraya menegaskan pentingnya memastikan keselamatan setiap warga negara serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka," sambungnya kemudian.

Selain itu, pemerintah memastikan korban mendapatkan penanganan medis serta dukungan pemulihan selama proses hukum berjalan.

"Negara berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan terhadap warga negara serta memastikan bahwa ruang demokrasi tetap terjaga. Seluruh pihak diharapkan memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan dan bersama-sama menjaga situasi yang kondusif," tandasnya.

Polri Buka Posko Pengaduan

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kepolisian akan membuka posko pengaduan masyarakat guna mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut.

"Baik dari posko pengaduan ataupun dari Humas Polri yang tentunya kita minta untuk memberikan informasi karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden," terang Sigit, dalam keterangannya pada Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, informasi dari masyarakat akan sangat membantu proses penyelidikan yang tengah berjalan.

“Kita akan memberikan jaminan perlindungan. Saya kira itu,” imbuhnya.

“Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” sebut Sigit kemudian.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus telah naik ke tahap penyidikan.

Meski demikian, hingga kini polisi masih memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka.

 

Novel Baswedan Curiga Pelaku Terorganisir

Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, juga turut menyoroti kasus ini.

Ia menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak bertindak secara spontan.

Menurutnya, aksi tersebut kemungkinan telah direncanakan dengan matang.

"Sehingga saya menduga, sebelum melakukan tindakan mereka pasti ada kayak briefing lah begitu ya. Jadi seterorganisir seperti itulah pelakunya ini," ungkap Novel Baswedan, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengatakan telah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan bahwa pelaku tidak hanya satu orang.

"Dari CCTV paling tidak, itu menggambarkan pelaku itu bukan satu saja, itu mereka berkelompok dan melakukannya seperti sangat terorganisir. Pastinya kalau polanya seperti itu, untuk menyerang pastinya sudah mengikuti, mempelajari dan banyak hal yang dilakukan. Ini yang menunjukkan bahwa pelakunya terorganisir," lanjutnya.

Novel juga menegaskan bahwa kasus tersebut bukan kejahatan biasa dan harus diusut hingga tuntas.

"Pasti ini bukan kejahatan spontan atau istilahnya kriminal murni yang ada, tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif. Motifnya apa, itu nanti yang mestinya harus dibuktikan di proses penyelidikan dan tentunya kita ingin agar proses ini dilakukan dengan tuntas," tukasnya.

Foto Pelaku Viral Ternyata AI

Di tengah proses penyelidikan, media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya foto wajah yang diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Namun kepolisian memastikan bahwa gambar tersebut bukan foto asli dari rekaman CCTV.

"Foto tersebut merupakan hasil editan AI," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa penyebaran gambar hasil rekayasa tersebut berpotensi mengganggu proses penyelidikan.

Hingga kini aparat masih melakukan penelusuran berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV dan informasi dari masyarakat, untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #prabowo #kontras #penyiraman air keras #Foto HD #novel baswedan #aktivis ham #Andrie Yunus #pelaku