Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jadi Korban Penyiraman Orang Tak Dikenal Berkepala Plontos, Begini Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus

Laila Zakiya • Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:21 WIB

 

Andrie Yunus
Andrie Yunus

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Serangan itu membuat Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.

Kondisi Terkini Andrie Yunus

Setelah menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras, kondisi kesehatan Andrie Yunus dilaporkan cukup serius.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan ia mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh.

"Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan. Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata," beber Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, Sabtu (14/3/2026).

Selain pada mata, luka bakar juga terjadi pada bagian wajah, kedua tangan, dan dada. Secara keseluruhan, tingkat luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 24 persen dari tubuhnya.

Karena kondisi tersebut, tim medis menempatkan Andrie Yunus di ruang perawatan intensif agar proses penyembuhan dapat berjalan maksimal.

"Mengacu pada tingkat keparahan luka, korban memerlukan perawatan intensif dalam kondisi yang steril agar proses pemulihan dapat berjalan optimal," terangnya.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Insiden tersebut terjadi setelah Andrie Yunus mengikuti kegiatan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta.

Podcast yang diikuti Andrie mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah kegiatan selesai, Andrie pulang menggunakan sepeda motor.

Namun ketika melintas di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat, ia didatangi oleh seseorang yang juga mengendarai sepeda motor.

Pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.

Akibat serangan tersebut, Andrie langsung menghentikan kendaraannya dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," terang Dimas seperti dikutip dari keterangan diterima, Jumat (13/3/2026).

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menilai serangan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi yang selama ini dilakukan oleh Andrie sebagai pembela hak asasi manusia.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM," katanya.

Pemerintah Mengecam Serangan

Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa Andrie Yunus.

“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” ucap Angga, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Setiap tindakan kekerasan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah berharap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban,” tukasnya.

Polisi Selidiki Pelaku Penyiraman

Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Kepolisian Republik Indonesia.

Kadiv Humas Polri menyampaikan bahwa Kapolri telah memberikan atensi khusus agar kasus tersebut diusut hingga tuntas.

"Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," ujar Irjen Isir dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Saat ini, tim penyidik tengah mengumpulkan berbagai bukti untuk mengungkap pelaku penyerangan.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera. Mohon dukungan doa," tambahnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #jakarta pusat #kontras #orang tak dikenal #penyiraman air keras #aktivis #Andrie Yunus