SOLOBALAPAN, BANJARNEGARA - Ketegangan menyelimuti proses seleksi perangkat desa di wilayah Banjarnegara setelah Kepala Desa (Kades) populer, Hoho Alkaf, menyatakan sikap tegas menolak tekanan dari oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Situasi yang semula merupakan aksi demonstrasi diduga berujung pada tindakan pengeroyokan terhadap sang Kades.
Hoho membeberkan bahwa pemicu utama kekacauan tersebut adalah kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam seleksi perangkat desa.
Meski mendapatkan tekanan massa yang menuntut proses seleksi diulang, Hoho tetap bergeming dan memilih untuk mempertahankan hasil yang ada demi menjaga integritas regulasi yang berlaku.
Teguh pada Regulasi Meski di Bawah Tekanan
Hoho Alkaf menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi perangkat desa yang dilaksanakan sudah sesuai dengan aturan hukum dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Baginya, pembatalan hasil seleksi hanya karena tekanan pihak tertentu akan mencederai sistem yang sudah dibangun secara objektif.
Ia menyayangkan adanya pihak yang memaksakan kehendak meski nilai yang diperoleh dalam seleksi memang tidak mencukupi standar kelulusan.
"Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegas Hoho dengan nada tinggi.
Prinsip ini ia pegang teguh meski konsekuensinya ia harus berhadapan langsung dengan massa yang emosional di lapangan.
Cari Keadilan Hingga ke Propam Mabes Polri
Kecewa dengan insiden yang dialaminya, Hoho juga menyoroti kinerja aparat kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi saat demonstrasi berlangsung.
Ia menilai perlindungan yang diberikan oleh petugas kurang maksimal sehingga memicu terjadinya dugaan pengeroyokan.
Merasa hak-haknya sebagai pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas negara tidak terlindungi, Hoho bertekad menempuh jalur hukum yang lebih tinggi.
Tak tanggung-tanggung, Hoho menyatakan akan mencari perlindungan hukum dan keadilan hingga ke Propam Mabes Polri.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa ada konsekuensi hukum bagi pihak-pihak yang mencoba mengintervensi tugas pejabat pemerintah dengan cara kekerasan.
"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," pungkasnya.
Profil Singkat Hoho Alkaf
Berikut adalah biodata singkat Kepala Desa yang tengah menjadi sorotan publik akibat ketegasannya:
-
Nama Lengkap: Welas Yuni Nugroho
-
Nama Populer: Hoho Alkaf
-
Jabatan: Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara
-
Ciri Khas: Dikenal luas di media sosial karena tubuhnya yang dipenuhi tato (seni rajah)
-
Status Hukum Saat Ini: Korban dugaan pengeroyokan oknum LSM terkait seleksi perangkat desa
Saat ini, kasus dugaan pengeroyokan tersebut tengah menjadi perhatian serius warga Banjarnegara.
Publik menanti langkah tegas dari pihak kepolisian daerah untuk menindaklanjuti laporan dari sang Kades yang dikenal vokal dan nyentrik tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo