Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sampai Diusir Aiman dari Talkshow Usai Ucap Kata Kasar ke Dubes RI di TV, Abu Janda Ternyata Juga Pernah Hina Rasul dan Prabowo!

Laila Zakiya • Jumat, 13 Maret 2026 | 13:19 WIB

Abu Janda/
Abu Janda/

SOLOBALAPAN.COM - Perdebatan panas yang melibatkan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dalam sebuah program televisi mendadak viral di media sosial.

Momen tersebut memicu sorotan luas setelah ia melontarkan kata-kata kasar saat berdebat dengan narasumber lain di forum publik.

Tak hanya itu, setelah potongan video tersebut beredar luas, sejumlah jejak digital lama Abu Janda kembali diperbincangkan warganet.

Debat Panas di Talkshow TV

Peristiwa tersebut terjadi dalam program televisi bertajuk Rakyat Bersuara yang membahas konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, Iran, hingga Palestina.

Dalam diskusi itu, Abu Janda berdebat dengan sejumlah narasumber, termasuk mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, serta pakar hukum tata negara Feri Amsari.

Perdebatan bermula ketika Abu Janda menyinggung sentimen anti-Amerika yang menurutnya berkembang di masyarakat Indonesia.

"Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang," ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Ikrar Nusa Bhakti yang mencoba memberikan penjelasan mengenai peran Amerika Serikat dalam sejarah Indonesia.

“Jangan Anda pikir Amerika tuh negara yang baik,” kata Ikrar.

Namun situasi semakin memanas ketika Abu Janda memotong pembicaraan dan meninggikan nada suaranya.

“Gue tidak ada urusan sama perasaan lo pak!” sambungnya.

Perdebatan semakin sengit ketika keduanya saling menanggapi pandangan mengenai sejarah dan politik internasional.

“Katanya Anda mau belajar sejarah,” tambah Ikrar.

Abu Janda kemudian kembali menanggapi dengan nada tinggi.

“Jagoan gue daripada lo pasti lah!” tandasnya.

Ucapan Kasar Picu Teguran Moderator

Perdebatan yang awalnya berlangsung sebagai diskusi akademis berubah menjadi panas ketika Abu Janda menuduh lawan bicaranya terlalu terbawa emosi.

“Elo tuh terlalu baper pak, dari tadi lo kalau komentar gue perhatiin terlalu baper. Jangan bawa-bawa perasaan pak!” tegasnya.

Ketegangan semakin memuncak ketika Abu Janda melontarkan pernyataan yang dianggap kasar dalam forum publik.

“Lo gak suka Amerika, Bang Feri gak suka sama Trump, lo gak suka sama Israel, itu perasaan lo semua!” ucap Abu Janda.

Tak berhenti di situ, ia juga mengucapkan kata yang memicu kontroversi.

“Gue enggak ada urusan sama perasaan lo anj*r,” lanjutnya.

Melihat situasi yang semakin memanas, pembawa acara Aiman Witjaksono sempat mengingatkan agar diskusi berlangsung dengan bahasa yang santun.

Namun perdebatan terus berlangsung hingga akhirnya Abu Janda memilih meninggalkan forum tersebut.

"Nggak usah lu usir, dengan senang hati gue pergi," katanya.

Ucapan tersebut langsung mendapat respons dari Feri Amsari.

"Silakan dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan," lanjut Feri Amsari.

Akhirnya, moderator meminta Abu Janda meninggalkan ruang diskusi agar acara dapat kembali berjalan kondusif.

Jejak Digital Lama Kembali Disorot

Setelah potongan video perdebatan tersebut viral, sejumlah jejak digital lama Abu Janda kembali menjadi perhatian warganet.

Salah satunya adalah komentar yang dinilai menyindir Rasulullah SAW dalam sebuah diskusi di media sosial.

"Enggak usah sok-sokan tebak agama Epstein kalau masih jadi pengikut orang yang nikahin anak usia enam tahun," balas Abu Janda melalui akun Instagram @permadiaktivis2.

Selain itu, Abu Janda juga pernah mengkritik pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi militer Indonesia.

"Pidatonya bagus, ngalir, sayangnya banyak distorsi informasi atau informasi tidak benar cenderung hoax yang disampaikan sama Pak Prabowo," ujar Abu Janda.

Ia juga menambahkan kritik lanjutan terhadap pidato tersebut.

"Jadi kesannya seperti pembodohan kebangsaan," sambungnya.

Kritik tersebut merujuk pada pidato Presiden Prabowo yang membahas kondisi kekuatan militer Republik Indonesia.

Sorotan dari Akademisi

Viralnya perdebatan tersebut juga memicu komentar dari sejumlah pengamat komunikasi.

Profesor Ilmu Komunikasi dan Regulasi Digital Universitas Airlangga, Henry Subiakto, menilai penggunaan kata kasar dalam forum publik dapat berdampak negatif.

"Munculnya kata-kata "an***g" ini justru memperburuk citra dari pihak yang dia dukung dan bela," tulisnya dalam akun X @henrysubiakto.

Ia juga mengingatkan bahwa seseorang yang tampil di ruang publik tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga bisa merepresentasikan pihak atau kelompok tertentu.

Perdebatan panas yang melibatkan Abu Janda tersebut pun masih menjadi perbincangan luas di media sosial, dengan berbagai tanggapan dari warganet terkait etika berdiskusi di ruang publik. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#prabowo #debat panas #diusir #jejak digital #talkshow #abu janda