Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Detik-detik Longsor Bantargebang Terkuak! Pramono Anung Ungkap Penyebab 'Gunung' Sampah di Bekasi Jadi Bencana

Laila Zakiya • Selasa, 10 Maret 2026 | 08:46 WIB

TPST Bantargebang.
TPST Bantargebang.

SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.

Bencana yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) itu menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan di area pengolahan sampah terbesar di Indonesia tersebut.

Longsor yang terjadi di zona pengolahan sampah itu tidak hanya menimbun kendaraan dan warung di sekitar lokasi, tetapi juga menyebabkan sejumlah orang menjadi korban.

Detik-detik Gunungan Sampah Bantargebang Longsor

Insiden longsor terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu, aktivitas pembuangan sampah di lokasi masih berlangsung seperti biasa.

Namun secara tiba-tiba gunungan sampah runtuh dan menutup akses jalan di sekitar area TPST.

"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah," terang Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan melalui jaringan komunikasi keamanan di kawasan TPST Bantargebang.

Petugas dari berbagai instansi kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur seperti TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga relawan.

Banyak Truk dan Warung Tertimbun

Longsoran sampah tidak hanya menutup akses jalan operasional di lokasi, tetapi juga menimbun sejumlah kendaraan dan bangunan kecil di sekitar area tersebut.

"Diduga masih terdapat korban lain yang belum ditemukan, serta beberapa truk sampah yang turut tertimbun material longsor," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Sementara itu, tim SAR juga mengungkap bahwa beberapa kendaraan serta warung di lokasi turut tertutup material sampah saat peristiwa terjadi.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk membuka tumpukan sampah.

Korban Jiwa Capai 7 Orang

Peristiwa tersebut akhirnya menelan tujuh korban meninggal dunia.

Awalnya jumlah korban dilaporkan lebih sedikit, namun pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terus menemukan korban tambahan.

"Pukul 23.30 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban yang teridentifikasi bernama Riki Supriadi (L/40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati," ucap Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.

Selain tujuh korban meninggal dunia, enam orang lainnya berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Pramono Anung Ungkap Penyebab Longsor

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang dalam peristiwa longsornya gunung sampah di Zona 4 TPST Bantargebang yang terjadi pada hari Minggu yang lalu, tepatnya jam 14.30, akibat hujan lebat dan durasi panjang," terang Pramono di Balai Kota Jakarta.

Menurut Pramono, longsor terjadi karena kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi tumpukan sampah yang sudah sangat tinggi.

"Karena memang ini adalah hal yang pasti tidak direncanakan, tidak diduga, akibat hujan yang deras dan lama, dan tumpukan yang memang sudah tinggi menyebabkan terjadinya sliding atau longsor sehingga mengakibatkan korban empat orang," imbuhnya.

Akibat longsor tersebut, jalan operasional dan aliran sungai di sekitar lokasi sempat tertutup material sampah sepanjang sekitar 40 meter.

Operasi Tanggap Darurat Dilakukan

Setelah kejadian, pemerintah langsung melakukan operasi tanggap darurat untuk mengevakuasi korban dan menstabilkan kondisi di lokasi.

"Penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi, melibatkan Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, serta aparat di wilayah setempat dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan tujuh unit ambulans yang dioperasikan pada saat proses evakuasi," ujar Pramono.

Sebagai langkah mitigasi sementara, layanan pembuangan sampah di Zona 4A TPST Bantargebang juga ditutup.

"Sebagai langkah mitigasi, layanan di Zona 4A ditutup sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan operasionalnya, dialihkan ke Zona 3, serta disiapkan dua titik baru sambil dilakukan perapian," sambungnya.

TPST Bantargebang Jadi Sorotan Nasional

Tragedi ini kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi TPST Bantargebang yang telah beroperasi sejak 1989 sebagai tempat pembuangan utama sampah dari Jakarta.

Lokasi ini diketahui memiliki luas lebih dari 100 hektare dan setiap hari menerima ribuan ton sampah dari ibu kota.

Bahkan gunungan sampah di kawasan tersebut dapat mencapai ketinggian puluhan meter.

Peristiwa longsor terbaru ini pun menambah daftar insiden yang pernah terjadi di kawasan TPST Bantargebang, sekaligus memunculkan kembali perdebatan mengenai sistem pengelolaan sampah di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#bekasi #Gunungan Sampah #jawa barat #longsor #pengelolaan sampah #bencana