SOLOBALAPAN.COM – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kian memanas.
Di tengah proses pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), isu miring mengenai praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai mencuat ke permukaan.
Fadia terjaring operasi senyap tim lembaga antirasuah tersebut pada Selasa (3/3/2026).
Bersama sejumlah pihak lainnya, putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq ini langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Isu Mahar Rp90 Juta untuk Tenaga Kesehatan
Meskipun KPK belum merilis secara resmi detail perkara yang menjerat Fadia, jagat media sosial sudah lebih dulu gaduh.
Akun Instagram @wiradesainfo kembali mengungkit isu lama yang sempat viral mengenai dugaan pungutan liar dalam perekrutan tenaga kesehatan (nakes).
Dalam unggahannya, akun tersebut mempertanyakan apakah OTT kali ini berkaitan dengan praktik "bayar kursi" untuk posisi di Puskesmas maupun RSUD di wilayah Kabupaten Pekalongan.
"Masih ingat postingan kami tentang banyaknya nakes yang rela bayar puluhan juta demi bisa bekerja di Puskesmas atau RSUD di wilayah kabupaten Pekalongan?" tulis akun @wiradesainfo, Selasa (3/3/2026).
Isu yang beredar menyebutkan bahwa oknum nakes diduga harus merogoh kocek hingga Rp90 juta agar bisa diterima bekerja di instansi kesehatan pelat merah tersebut.
Sontak, nasib para nakes yang diduga terlibat dalam praktik ini pun kini menjadi tanda tanya besar pasca penangkapan Fadia.
Netizen Desak KPK Usut Tuntas
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet.
Banyak netizen yang berharap KPK tidak hanya terpaku pada satu kasus, tetapi juga merembet ke dugaan penyimpangan lainnya di Pekalongan, termasuk kinerja para Kepala Desa (Kades).
"Usut tuntas semua pokoknya, termasuk kades-kades yang jalannya bodol (rusak)," sahut salah satu netizen di kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, baru memberikan konfirmasi terbatas mengenai penangkapan sang Bupati tanpa merinci motif di baliknya.
"Benar, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, salah satunya Bupati," ujar Budi.
Publik kini menanti rilis resmi KPK untuk membuktikan apakah isu jual beli jabatan nakes ini memang menjadi pintu masuk penangkapan Fadia Arafiq. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo