SOLOBALAPAN.COM – Kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), oleh rekan mahasiswanya, Raihan Mufazzar (21), memasuki babak baru yang menghebohkan jagat maya.
Di tengah masa pemulihan korban, netizen kini justru dibikin riuh dengan beredarnya video yang memperlihatkan kedekatan emosional keduanya sebelum insiden berdarah itu terjadi.
Tautan atau link yang diklaim berisi momen kemesraan hingga narasi video syur pun mulai diburu di platform X (Twitter) dan TikTok, memicu perdebatan mengenai motif asli sang pelaku.
Benih Asmara Sejak Masa KKN
Berdasarkan pendalaman polisi, Raihan dan Farra mulai menjalin interaksi intens sejak mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama.
Raihan yang dikenal berkepribadian introvert diduga memendam perasaan mendalam yang tidak terkomunikasikan dengan baik.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan adanya ketimpangan persepsi yang fatal.
Raihan merasa telah menjalin hubungan spesial, sementara Farra hanya menganggapnya sebatas teman biasa.
Pengorbanan Berujung Dendam Terencana
Narasi yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa Raihan telah banyak berkorban, mulai dari urusan transportasi hingga membantu pengerjaan proposal skripsi korban.
Puncak kekecewaan Raihan meledak saat mengetahui Farra telah memiliki kekasih bernama Ferdi.
Penyidik menemukan fakta mengejutkan bahwa Raihan sudah menyiapkan senjata tajam berupa kapak dan parang sejak November 2025 di kediamannya di Bangkinang, Kampar.
Viral Video Kedekatan Emosional
Kontroversi semakin memanas dengan munculnya potongan video yang memperlihatkan keduanya tampak akrab bermain game bersama dengan kedekatan fisik yang intim.
Hal inilah yang memicu gelombang rasa ingin tahu netizen untuk mencari versi lengkap video tersebut.
Waspada Jebakan Link Phishing
Di sisi lain, pakar keamanan digital selalu mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik link video yang menjanjikan konten "tanpa sensor" atau "syur" terkait kasus ini.
Tautan tersebut seringkali merupakan modus phishing untuk mencuri data pribadi atau menyebarkan malware.
Saat ini, Raihan telah ditahan dan terancam hukuman berat atas penganiayaan berencana, sementara Farra masih berjuang sembuh dari trauma hebat pasca-operasi. (dam)
Editor : Damianus Bram