Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ali Khamenei Meninggal Dunia Karena Apa?Jenazah Ditemukan Usai Operasi 'Epic Fury', Trump: Orang Paling Jahat Sudah Mati

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:36 WIB

Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel ke Teheran. Iran tetapkan masa berkabung 40 hari.
Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel ke Teheran. Iran tetapkan masa berkabung 40 hari.

SOLOBALAPAN.COM – Dunia internasional kembali diguncang eskalasi konflik berdarah yang luar biasa.

Serangan militer skala masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) tak hanya memporak-porandakan infrastruktur negara, tetapi juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran yang disiarkan pada Minggu (1/3/2026) dini hari, Khamenei dikonfirmasi tewas akibat operasi militer gabungan di jantung kekuasaan Teheran.

Mirisnya, putri, menantu, hingga cucu sang Ayatollah dilaporkan turut menjadi korban jiwa dalam serangan mematikan tersebut, bersama puluhan warga sipil lainnya.

Baca Juga: Negara Berduka 40 Hari, Ali Khamenei Tewas akibat Serangan AS dan Israel di Iran

Kondisi Jenazah di Bawah Reruntuhan

Kematian sosok sentral rezim Iran ini merupakan hasil dari operasi militer besar-besaran yang dinamai sandi "Operation Epic Fury".

Laporan menyebutkan bahwa AS dan Israel melancarkan sekitar 900 serangan bertubi-tubi dalam kurun waktu 12 jam, menargetkan fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, pangkalan militer, hingga gedung-gedung pemerintahan.

Kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran menjadi salah satu sasaran utama.

Tubuh pria berusia 86 tahun tersebut ditemukan tewas dengan kondisi terluka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang hancur lebur usai pengeboman pada Sabtu siang.

Beredar kabar bahwa foto jasad Khamenei telah diidentifikasi dan diperlihatkan langsung kepada Presiden AS dan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Respons Keras Donald Trump

Menyusul konfirmasi kematian tersebut, Presiden AS Donald Trump langsung bereaksi keras melalui platform Truth Social.

Ia menyebut operasi militer ini sebagai titik balik bagi pembebasan rakyat Iran.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati," tulis Trump blak-blakan. "Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," tambahnya.

Dalam sebuah pidato video lanjutan, Trump menjanjikan bahwa pengeboman presisi ini akan terus dilanjutkan demi mencapai "Perdamaian di Seluruh Timur Tengah dan Dunia". Senada dengan sang Presiden, PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa

gempuran gabungan tersebut akan berlangsung "selama diperlukan".

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan peringatan keras.

"Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika... kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda."

Masa Berkabung dan Runtuhnya Rezim

Tewasnya Khamenei beserta sejumlah petinggi Garda Revolusi dan Menteri Pertahanan Iran disebut sebagai pukulan terberat bagi rezim Mullah sejak Revolusi Islam 1979.

Menyikapi kekosongan kekuasaan yang krusial, Pemerintah Iran langsung mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan memberlakukan 7 hari libur nasional.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber, menyatakan bahwa tugas kepemimpinan tertinggi untuk sementara waktu akan diambil alih secara kolektif oleh tiga sosok: Presiden Iran, Ketua Pengadilan, serta anggota Dewan Wali Iran.

Di sisi lain, kematian Khamenei justru memicu reaksi yang terbelah.

Sementara pemerintah berduka, ribuan warga dilaporkan turun ke jalan di Teheran dan kota-kota besar lainnya pada Sabtu malam untuk menuntut perubahan.

Di Provinsi Fars, patung sang Ayatollah bahkan ditumbangkan dan dibakar massa. Perayaan serupa juga dilaporkan terjadi di kalangan warga Iran di pengasingan, seperti di wilayah London Utara.

Kini, siklus kekerasan tampaknya belum akan berakhir.

Iran langsung melancarkan serangan balasan (retaliation) dengan menembakkan rudal yang dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel dan menghantam Tel Aviv, menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#meninggal dunia #trump #Epic Fury #ali khamenei