SOLOBALAPAN.COM, KLATEN – Serangan udara mengejutkan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) tak hanya memicu ketegangan geopolitik dunia, tetapi juga membuka kembali memori publik pada sebuah ceramah lawas.
Siapa sangka, pecahnya konflik berdarah ini ternyata pernah diramalkan secara presisi oleh budayawan terkemuka Tanah Air, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun, pada 14 tahun silam.
Ramalan di Masjid Raya Klaten Tahun 2012
Kala itu, Cak Nun hadir sebagai pembicara utama dalam acara Tabligh Nusantara Islam: Menolak Segala Bentuk Kekerasan yang digelar di Masjid Raya Klaten pada 22 Februari 2012.
Dalam cuplikan video yang kembali viral dan diunggah oleh kanal YouTube CakNun.com, Minggu (1/3/2026), suami dari Novia Kolopaking tersebut melontarkan prediksi geopolitik yang kini menjadi kenyataan.
"Suatu hari nanti, Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika," tegas Cak Nun di hadapan para jemaah kala itu.
Tak hanya memprediksi serangannya, Cak Nun bahkan menyinggung peta keberpihakan negara-negara Timur Tengah.
Ia menyebut bahwa Arab Saudi nantinya bisa dipastikan akan berpihak atau membela kubu Israel dan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Baca Juga: Negara Berduka 40 Hari, Ali Khamenei Tewas akibat Serangan AS dan Israel di Iran
Sindir Sikap Bangsa Indonesia
Yang tak kalah menarik adalah analisis Cak Nun mengenai reaksi masyarakat Indonesia jika perang tersebut benar-benar pecah.
Dengan gaya bahasa Jawanya yang khas dan blak-blakan, ia menyentil potensi perpecahan di dalam negeri akibat perbedaan kubu dukungan.
"Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel? Ah kan kene-kene mesti kerengan dewe (Pasti di sini akan bertengkar sendiri).
Engge Pak, separuh melok Iran, separuh melok Israel, uta ora melo sopo-sopo. Wong yo ora mudeng gitu (Separuh ikut Iran, separuh ikut Israel, atau tidak ikut siapa-siapa. Namanya juga tidak paham)," seloroh Cak Nun.
Di akhir ceramahnya, ia menitipkan pesan mendalam, khususnya bagi masyarakat Klaten, agar tidak mudah terombang-ambing oleh narasi luar. "Mudah-mudahan Klaten harus bisa antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun dari kebodohan dari dalam," tuturnya.
Kondisi Terkini Konflik Iran vs Israel-AS
Sebagai informasi, serangan yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran baru-baru ini telah memicu kerusakan masif. Dilaporkan sebanyak tiga ledakan besar mengguncang ibu kota Teheran.
Mirisnya, pihak Iran menuding serangan Israel tersebut tidak hanya menyasar basis militer, melainkan juga menghantam area sipil, termasuk sebuah bangunan sekolah yang hancur porak-poranda.
Kementerian Luar Negeri Iran pun geram dan memastikan akan melakukan serangan balasan dengan menargetkan semua pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Di tengah meningkatnya eskalasi, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah dipindahkan ke lokasi yang sangat rahasia dan aman.
Sementara itu, pihak Israel berdalih bahwa serangan mematikan yang mereka lancarkan merupakan "tindakan pencegahan" yang bertujuan untuk menetralisir ancaman langsung dari Iran. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo