Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kasus UIN Suska Riau, Raihan Pamer Foto Ciuman dengan Fara Jelang Ekseskusi Korban di Kampus

Laila Zakiya • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:35 WIB

 

Unggahan TikTok Raihan alias Rehan, pelaku pembacokan UIN Suska Riau.
Unggahan TikTok Raihan alias Rehan, pelaku pembacokan UIN Suska Riau.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembacokan mahasiswi di UIN Suska Riau terus menyita perhatian publik.

Fakta-fakta baru bermunculan, termasuk jejak digital pelaku Raihan Mufazzar alias Rehan yang sempat mengunggah momen kebersamaan dengan korban, Faradhila Ayu Pramesti, di media sosial.

Dari penelusuran akun TikTok @_mzfrr, terlihat sejumlah unggahan yang memperlihatkan kemesraan keduanya.

Mulai dari kebersamaan saat KKN, bermain gim bersama, hingga satu video yang menampilkan Raihan mencium korban.

Unggahan tersebut seolah menguatkan bahwa keduanya pernah menjalin hubungan dekat, meski belakangan disebut tidak berlanjut karena korban telah memiliki kekasih.

Peristiwa pembacokan sendiri terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau pada Kamis, 26 Februari 2026.

Saat itu, korban diketahui hendak mengikuti seminar proposal.

Tanpa diduga, Raihan melakukan penyerangan menggunakan kapak hingga korban berlumuran darah dan mengalami luka serius di bagian kepala.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pasca-kejadian, Raihan berhasil diamankan aparat kepolisian.

Video interogasinya pun beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun X @sharpandshark pada 28 Februari 2026.

Dalam cuplikan tersebut, tertulis keterangan, "Inisial R saat ditanya kenapa melakukan hal itu,".

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu, Raihan terlihat mengenakan kemeja hijau tua dan celana hitam yang masih berlumur darah.

Ia tampak menatap kosong saat polisi mengajukan pertanyaan.

Ketika ditanya, "Dek, adek coba kau lihat saya dulu. Tujuan kau, target kau melakukan pembacokan itu apa? Cacat? Mati? Cacat atau mati?," Raihan beberapa kali menggelengkan kepala.

Ia bahkan sempat menegaskan, "Enggak, enggak mati," saat ditanya apakah ingin membuat korban meninggal dunia.

Namun, di bagian akhir interogasi, Raihan justru menganggukkan kepala ketika kembali ditegaskan soal niat membunuh korban.

Polisi kemudian menyimpulkan, "Udah, udah jelas memang mau dibunuh ini diselesaikan. Hadeh. Jadi target mu mati ya, meninggal ya, membunuh ya? Ya apa, targetmu mau membunuh?,".

Video tersebut viral dan telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali, memicu beragam komentar warganet.

Salah satunya menyebut, "Pikirannya fix melayang-layang itu, antara bingung, panik, dan menyesal," hingga kritik terhadap metode interogasi yang dilakukan.

Selain unggahan lama, akun TikTok Raihan juga disorot karena sejumlah konten repost.

Dari 10 konten yang dibagikan ulang, sebagian besar bertema patah hati, relasi dengan perempuan, hingga pencarian jati diri.

Yang paling mencuri perhatian adalah satu cuplikan gim dari akun @artnotac1own, menampilkan sudut pandang pelaku kekerasan dengan senjata kapak—senjata yang sama digunakan dalam aksi pembacokan di kampus.

Konten tersebut memicu spekulasi dan komentar warganet, seperti "Mungkin Raihan terinspirasi dari ini gak sih, serem," hingga "Gak nyangka dia lihat tutor dulu sebelum lakuin,".

Kini, Raihan telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara sesuai pasal KUHP yang dikenakan.

Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan, kesehatan mental, serta pengawasan lingkungan kampus agar tragedi serupa tidak terulang. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #raihan #uin suska #pembacokan #riau #fara #rehan