SOLOBALAPAN.COM - Sosok istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud belakangan ikut menjadi perhatian publik.
Di tengah polemik rencana pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar, penampilan sang istri, Syarifah Suraidah, justru ramai diperbincangkan warganet.
Perhatian publik bermula dari sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Syarifah Suraidah terlihat menemui seorang nenek penjual sayur di pinggir jalan dan memberikan sejumlah uang.
Aksi itu menuai simpati, namun gaya busana yang dikenakannya justru memicu perdebatan.
Dalam unggahan akun Instagram @peopletoday.id, Syarifah tampil mengenakan gaun putih bermotif bunga.
Penampilannya dilengkapi kalung mutiara, anting, cincin berukuran besar, serta topi bertepi lebar yang senada dengan busananya.
Gaya tersebut kemudian dikomentari warganet dan disebut mirip “noni Belanda”, istilah yang merujuk pada perempuan muda Belanda pada masa kolonial.
Beberapa komentar warganet bahkan mengaitkan penampilan tersebut dengan polemik mobil dinas gubernur.
“Kirain noni belanda darimane tadi” komentar salah seorang warganet.
“Laki bini 11-12 yaa gak sih? Jd gak heran minta 8,5 buat mobil Dinas,” sentil warganet lainnya.
Sorotan terhadap gaya berpakaian Syarifah juga ramai dibahas di platform X.
Salah satu akun menuliskan, “Ini ibu gubernur Kalimantan vibes nya kayak nyonya menir Belanda.”
Unggahan tersebut menuai ribuan interaksi dan memperpanjang perbincangan publik.
Profil Syarifah Suraidah
Di balik sorotan penampilannya, Syarifah Suraidah bukan sosok asing di dunia politik dan bisnis.
Ia merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dan berasal dari Partai Golkar, partai yang sama dengan sang suami.
Saat ini, Syarifah duduk di Komisi VI DPR RI yang membidangi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, serta BUMN.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur.
Tak hanya aktif di politik, perempuan berusia 44 tahun ini juga dikenal memiliki rekam jejak di dunia usaha.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT Barokah Agro Perkasa pada periode 2014–2023.
Kini, Syarifah tetap aktif sebagai legislator sekaligus mendampingi Rudy Mas'ud dalam berbagai kunjungan kerja di Kaltim.
Gaya Hidup dan Harta Kekayaan
Jauh sebelum polemik mobil dinas mencuat, gaya hidup Syarifah Suraidah sudah lebih dulu menjadi perbincangan.
Sebuah konten lama di TikTok menyebut dirinya dikenal dengan gaya yang nyentrik dan berbeda dari kebanyakan istri pejabat.
"Warga Kalimantan Timur pasti tahu kalau Bunda ini terkenal dengan gayanya yang nyentrik," ujar pengisi suara dalam video tersebut.
Sorotan juga tertuju pada perhiasan yang dikenakannya. Dalam salah satu konten, Syarifah diduga memakai gelang berbentuk ular dari jenama mewah dunia.
"Ternyata kalau dicari-cari harganya itu sekitar 2,5 miliar," ungkap narator dalam video itu.
Meski demikian, narator menilai gaya glamor tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
"Tapi wajar saja karena Bunda itu memang sudah kaya dari lahir, guys," lanjutnya.
Berdasarkan LHKPN KPK yang dilaporkan pada Agustus 2024, total harta kekayaan Syarifah Suraidah tercatat mencapai Rp165 miliar.
Selain sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang mengelola galangan kapal tanker di bawah PT Barokah Perkasa Group.
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Sementara itu, perhatian publik terhadap keluarga Gubernur Kaltim semakin menguat seiring polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
Isu ini menuai kritik dari warga, mahasiswa, hingga tokoh publik karena dinilai tidak tepat di tengah fase efisiensi anggaran.
Menanggapi polemik tersebut, Rudy Mas'ud menegaskan hingga kini dirinya belum menerima mobil dinas dan masih menggunakan kendaraan pribadi.
Ia menyebut pengadaan kendaraan dilakukan sesuai aturan dan mempertimbangkan kondisi geografis Kaltim.
"Kalimantan Timur adalah ibukota nusantara, Kalimantan Timur adalah miniatur daripada Indonesia. Tamu daripada Kalimantan Timur itu bukan hanya kepala daerah se Indonesia tetapi juga dari global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobilnya ala kadarnya. Jaga dong marwahnya Kaltim, ini marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kalimantan Timur," kata Rudy.
Ia juga menegaskan bahwa spesifikasi kendaraan yang diadakan masih sesuai ketentuan.
"Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri," jelasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya