Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kabar Gembira Buat Pecinta Drakor! Korea Selatan Bakal Bebaskan Visa untuk Turis Indonesia, Ini Syaratnya

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 26 Februari 2026 | 22:30 WIB

Puisi Aku terpampang di Stasiun Bawah Tanah Seoul Korea Selatan
Puisi Aku terpampang di Stasiun Bawah Tanah Seoul Korea Selatan

SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Kabar sangat menggembirakan datang bagi Anda yang sudah lama memimpikan liburan ke Negeri Ginseng.

Pemerintah Korea Selatan tengah merencanakan paket kebijakan pariwisata ambisius, salah satunya dengan memberikan fasilitas bebas visa bagi pelancong asal Indonesia!

Langkah strategis ini diambil demi mencapai target fantastis, yakni menarik 30 juta wisatawan internasional ke Korea Selatan.

Syarat Bebas Visa untuk Turis Indonesia

Berdasarkan laporan Korea Times, kelonggaran aturan visa ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan memiliki ketentuan khusus.

Wisatawan Indonesia akan diberikan izin masuk bebas visa sebagai tahap uji coba, asalkan berangkat dalam bentuk rombongan (grup) yang terdiri dari tiga orang atau lebih.

Selain Indonesia, warga negara dari negara-negara Asia Tenggara lainnya serta Tiongkok yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi Korea, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan visa masuk ganda (multiple-entry) dengan masa berlaku lima tahun.

Bahkan, penduduk kota-kota besar di negara-negara tersebut bisa mengajukan visa hingga 10 tahun.

Kebijakan kemudahan akses ini diumumkan langsung pada Pertemuan Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang digelar Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Akun Fanbase Rocky Gerung Beri Sindiran Menohok: Jalan Rusak, Otak Pejabat Ikut Rusak!

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung dan dihadiri Perdana Menteri Kim Min-seok beserta jajaran menteri lainnya.

"Pariwisata harus diperlakukan sebagai industri strategis nasional inti.

Bukan sekadar menjual produk, tapi menjadi sektor budaya yang menciptakan kenangan berharga dan mengubah kegemaran terhadap budaya Korea menjadi kunjungan langsung ke sini," tegas Presiden Lee Jae Myung.

Mengejar Ketertinggalan dari Jepang

Manuver ambisius yang dikemas dalam inisiatif "K-Tourism Merangkul Dunia" ini tak lepas dari persaingan ketat dengan negara tetangga, Jepang.

Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menyebutkan bahwa Korea saat ini tengah berada di masa keemasan budayanya.

Pada 2025 lalu, Korea berhasil menyambut 18 juta pengunjung, melampaui rekor sebelum pandemi.

Namun, angka tersebut masih tertinggal jauh dari Jepang yang sukses memecahkan rekor global dengan 43 juta kedatangan wisatawan berkat pelemahan mata uang Yen.

Fokus Eksplorasi Wisata di Luar Seoul

Untuk menyiasati lonjakan turis, pemerintah Korea Selatan juga tak ingin pengunjung hanya menumpuk di ibu kota Seoul.

Mereka menyiapkan skema agar wisatawan bisa dengan mudah mengeksplorasi wilayah regional lainnya.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi setempat berencana membuka lebih banyak penerbangan internasional langsung ke bandara-bandara regional.

Layanan bus bandara larut malam juga akan diperluas hingga ke provinsi Chungcheong dan Gangwon.

Menariknya lagi, tiket kereta cepat KTX nantinya bisa dipesan jauh lebih awal dari batas waktu satu bulan yang berlaku saat ini.

Sebagai puncaknya, Korea Selatan bersiap meluncurkan kampanye "Visit Korea Year" pada 2027 hingga 2029 mendatang.

Kampanye ini akan difokuskan pada pariwisata berbasis gaya hidup lokal, mulai dari tren kecantikan (K-beauty), kuliner otentik (K-food), hingga pengalaman mendaki gunung (K-hiking). (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#drakor #korea selatan #visa #turis indonesia