Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bantah Anaknya Ngarang Cerita Sebelum Wafat, Ibu Kandung Bocah Sukabumi Tuntut Keadilan Atas Kekejaman Ibu Tiri

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 23 Februari 2026 | 19:54 WIB

NS (12) meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.
NS (12) meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.

SOLOBALAPAN.COM, SUKABUMI – Di tengah duka mendalam atas kepergian tragis NS (12), bocah asal Sukabumi yang diduga tewas akibat disiksa ibu tirinya, sebuah fakta mengejutkan perlahan terkuak ke publik.

Lisna, ibu kandung almarhum, akhirnya muncul untuk meluruskan berbagai kesimpangsiuran informasi yang beredar.

Melalui kuasa hukumnya, Mira Widyawati, Lisna membantah keras narasi palsu yang menyebutkan bahwa dirinya telah meninggal dunia.

Bantahan Isu Meninggal dan Hadir di Pemakaman

Mira menegaskan bahwa kliennya masih hidup dan sangat terpukul atas kepergian putra tercintanya.

Kehadiran Lisna di pemakaman NS menjadi bukti nyata bahwa sang ibu terus meratapi nasib malang anaknya.

Baca Juga: Kronologi Pilu Anak di Sukabumi Meninggal Dianiaya Ibu Tiri, Kesaksian Tetangga Sebut Korban Kerap Diikat di Pohon

"Ibu kandung korban masih hidup, namanya Lisna. Dia saat pemakaman hadir, artinya (kabar) simpang siur bahwa ibu kandungnya sudah meninggal itu tidak benar," tegas Mira.

Akses Komunikasi Diputus Paksa Mantan Suami

Kisah pilu di balik perpisahan Lisna dan NS bermula sejak Lisna bercerai dengan ayah kandung korban, Anwar Satibi, saat NS masih berusia 7 tahun.

Keduanya sempat sepakat untuk menempatkan NS di sebuah pesantren agar berada di zona "netral" dan mudah dijenguk oleh kedua belah pihak.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Anwar diduga memblokir seluruh akses komunikasi Lisna kepada sang anak. Lebih kejam lagi, Anwar diduga menanamkan kebohongan kepada NS kecil.

"Menurut pengakuan Ibu Lisna, bapaknya menyatakan kepada anak ini bahwa bundanya sudah tidak ada, sudah meninggal. Padahal anak ini sangat ingin pindah ke rumah ibunya," ungkap Mira.

Lantaran keterbatasan ekonomi saat itu, Lisna mengaku tidak berdaya untuk merebut kembali hak asuhnya.

Kabar Kritis yang Terlambat

Tragedi ini memuncak ketika Lisna baru dikabari oleh mantan suaminya saat NS sudah terbaring kritis di ruang ICU.

Saat itu, Anwar hanya menyebut bahwa NS menderita sakit paru-paru, tanpa menyinggung insiden penganiayaan fisik.

Dengan hati hancur, Lisna bergegas menuju rumah sakit. Sayangnya, jarak tempuh yang jauh membuat Lisna tak sempat melihat putranya mengembuskan napas terakhir.

"Ibu langsung datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Nizam. Karena perjalanan cukup jauh, beliau tidak sempat melihat Nizam dalam keadaan hidup. Saat sampai, jenazah Nizam sudah dipindahkan untuk autopsi," cerita Mira dengan nada getir.

Bantah Sang Anak Mengarang Cerita

Lisna juga dengan tegas menolak narasi yang menyebut bahwa NS memberikan informasi tidak benar atau mengarang cerita terkait penyebab sakitnya.Sebelum meninggal, NS sempat menyebut bahwa luka dan penderitaannya adalah akibat perbuatan sang ibu tiri.

"Ibu Lisna sebagai ibu kandung tidak menerima kondisi ini. Apalagi saat mau meninggal, korban menyebut bahwa yang melakukan ibu tiri. Logikanya, kalau mau meninggal tidak akan mampu untuk mengarang cerita," pungkas Mira menuntut keadilan bagi kliennya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sukabumi #ibu tiri