Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tragedi di Bener Meriah: Petani Meninggal Dunia Terinjak Gajah, BKSDA Aceh Keluarkan Peringatan Keras

Damianus Bram • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:26 WIB

Ilustrasi - Kemenhut bersama jajaran Faunaland Indonesia dan Vantara dari India tengah melihat Gajah Sumatera.
Ilustrasi - Kemenhut bersama jajaran Faunaland Indonesia dan Vantara dari India tengah melihat Gajah Sumatera.

SOLOBALAPAN.COM – Seorang petani dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami interaksi negatif dengan kawanan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di kawasan Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Kejadian yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026) ini memicu reaksi cepat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengonfirmasi musibah tersebut dan menyatakan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kami mengimbau dan mengingat tetap waspada serta tidak mendekati dan menghalau kawanan Gajah Sumatera guna menghindari satwa liar dilindungi tersebut," kata Ujang Wisnu Barata, dilansir dari Antara, Minggu (22/2/2026).

Kronologi Kejadian: Berawal dari Jejak di Kebun Jagung

Korban diidentifikasi bernama Mussahar (53). Berdasarkan keterangan pihak keluarga, peristiwa bermula saat korban bersama istrinya menginap di kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman.

Pada Sabtu pagi, korban menemukan jejak gajah dan mencoba mengikutinya. Tak lama berselang, terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali.

Istri korban kemudian menelepon anaknya untuk mengecek ayahnya di kebun.

Sesampainya di kebun, lanjut Ujang, anak korban mengecek dan menemukan ayahnya tergeletak dengan bekas injakan di bagian dada dan rahang.

Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Analisis BKSDA: Faktor Kerusakan Habitat dan Mitigasi

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyebutkan beberapa faktor yang memicu kemunculan gajah liar di dekat pemukiman antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah:

Yang pertama adalah kegagalan Barrier, dimana banyak kawat kejut (power fencing) yang dipasang sebagai penghalang mitigasi dalam kondisi rusak.

Lalu adanya, faktor alam, dimana perubahan habitat dan jalur jelajah satwa akibat dampak bencana hidrometeorologi.

Terakhir naluri satwa, yang mana perilaku gajah liar yang sulit diprediksi saat merasa terancam atau terganggu.

Imbauan Penting bagi Masyarakat

BKSDA Aceh mendesak masyarakat untuk tidak mengambil tindakan mandiri dalam menangani kemunculan gajah.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada serta tidak mendekati dan menghalau kawanan Gajah Sumatera secara mandiri. Segera laporkan kepada petugas jika menemukan jejak di kebun agar ditangani sesuai prosedur keselamatan," tegas Ujang Wisnu Barata.

Konsekuensi Hukum dan Pelestarian

Gajah Sumatera merupakan spesies yang berstatus terancam kritis (critically endangered). Segala bentuk tindakan melukai, membunuh, atau merusak habitat satwa dilindungi ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai undang-undang yang berlaku.

Masyarakat diminta ikut menjaga kelestarian hutan sebagai habitat alami mereka untuk mencegah terulangnya interaksi negatif di masa depan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#petani diinjak gajah #aceh #bener meriah #diinjak gajah