RADARSOLO.COM-PT Abhirama Kresna (AK) terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri kehutanan nasional yang berkelanjutan.
Hal ini ditandai dengan kunjungan strategis dari Kementerian Kehutanan dan ekspansi sumber bahan baku ke wilayah Jawa Barat.
Penasihat Utama Menteri Kehutanan Silverius Oscar Unggul atau yang akrab disapa Onte, melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Abhirama Kresna, Kamis (12/2/2026).
Kedatangan Onte disambut hangat oleh Direktur Utama PT Abhirama Kresna Fathya Harmidy beserta COO PT Abhirama Kresna Nawa Irianto, dan jajaran manajemen lainnya.
Dalam dialog terbuka, manajemen PT Abhirama Kresna menyoroti tantangan berat industri kayu nasional akibat perang tarif dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Dampak perang tarif ini mendorong perusahaan Tiongkok mengakuisisi perusahaan kayu di Indonesia.
Tanpa keberpihakan regulasi pemerintah, persaingan bagi industri lokal akan semakin sulit.
Merespons hal itu, Onte menegaskan pentingnya revitalisasi industri kehutanan.
Salah satu solusi konkret yang dibahas adalah pelibatan PT Abhirama Kresna dalam program Perhutanan Sosial.
Perusahaan menyatakan kesiapannya menjadi off-taker atau penampung hasil panen kayu rakyat dari lahan Perhutanan Sosial.
Langkah ini diharapkan menjamin kepastian pasar bagi petani hutan sekaligus menjaga keberlanjutan bahan baku industri.
Ini adalah peluang kolaborasi strategis. PT Abhirama Kresna siap menjembatani hasil panen kayu rakyat agar terserap ke pasar yang inklusif.
Sementara itu, selain berdiskusi, Onte juga berkeliling area pabrik untuk melihat secara langsung proses produksi serta berbagai produk berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh PT Abhirama Kresna.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momen penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat, yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Manajemen berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal yang baik bagi Abhirama Kresna dalam menjaga keberlanjutan bahan baku.
Sekaligus mendorong peningkatan luas penanaman pohon di lahan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut juga disepakati untuk menggali lebih lanjut keterlibatan Abhirama Kresna dalam program Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, di mana perusahaan berperan dalam menampung hasil panen kayu rakyat dari wilayah hutan negara yang dikelola oleh masyarakat.
Peluang kolaborasi ini disambut positif oleh manajemen Abhirama Kresna dan akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana aksi yang konkret. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono