SOLOBALAPAN.COM - Pelaksanaan Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 2026 mendadak menjadi perbincangan publik.
Bukan soal hasil penetapan puasa, melainkan lokasi sidang yang tak biasa karena digelar di Hotel Borobudur.
Sidang Isbat Ramadhan 2026 diketahui berlangsung pada 17 Februari 2026.
Selama ini, forum resmi penentuan awal bulan hijriah tersebut hampir selalu digelar di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia.
Namun kali ini, lokasi dipindahkan ke hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat.
Warganet Pertanyakan Lokasi Sidang Isbat
Perpindahan lokasi itu langsung menuai sorotan warganet. Salah satu akun di Threads mempertanyakan alasan pemilihan hotel sebagai tempat sidang.
"Lagi rame nentuin 1 Ramadhan, pertanyaanku cuma satu, kenapa sidang isbat harus di Hotel Borobudur?," tulis seorang netizen di Threads.
Pertanyaan serupa ramai bergulir di media sosial, terutama karena sidang isbat kerap diasosiasikan sebagai agenda kenegaraan yang biasanya berlangsung di kantor kementerian.
Alasan Kemenag Pindahkan Lokasi Sidang
Menanggapi hal tersebut, Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama memberikan penjelasan.
Ia menyebut pemindahan lokasi dilakukan murni karena kendala teknis di Kantor Kemenag Jakarta.
"Karena pembangunan jalan raya di jalan Thamrin sedang dikerjakan oleh PU, jadi kita enggak ada parkir, bahkan sempit ya. Maka dikhawatirkan terganggu tidak ada tempat parkir," jelas Nasaruddin Umar.
Selain itu, Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag juga menyampaikan bahwa pemindahan lokasi mempertimbangkan kapasitas ruangan.
Hal ini merujuk pada surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam.
"Merujuk surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, guna penyesuaian kapasitas ruang, pelaksanaan sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M dialihkan dari Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag Jl. MH Thamrin, ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat," sambungnya.
Sidang sendiri dimulai pukul 16.30 WIB dengan agenda seminar posisi hilal, dilanjutkan sidang tertutup, dan diakhiri pengumuman hasil melalui konferensi pers pada malam hari.
Harga Ballroom Hotel Borobudur Ikut Disorot
Tak berhenti di situ, warganet juga menyoroti biaya penggunaan ballroom hotel yang menjadi lokasi sidang.
Berdasarkan informasi dari Weddingku, Hotel Borobudur memiliki beberapa ruang pertemuan, salah satunya Flores Ballroom.
Dalam penawaran yang beredar, harga disebut mencapai Rp900 ribu per pax untuk kapasitas 400 hingga 1.000 orang.
Sementara paket meja dan kursi untuk 800 pax ditawarkan senilai Rp1.298.000 per orang.
Meski demikian, harga tersebut masih bersifat penawaran dan belum tentu mencerminkan biaya final yang digunakan Kemenag.
Menteri Agama Sampaikan Permintaan Maaf
Ramainya polemik akhirnya membuat Menteri Agama angkat bicara lebih jauh.
Nasaruddin Umar secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul.
Ia menegaskan, keputusan pemindahan lokasi sama sekali tidak dilandasi pertimbangan lain selain kebutuhan teknis.
Menurutnya, sidang isbat merupakan agenda nasional yang melibatkan banyak unsur, mulai dari ormas Islam, pakar astronomi, BMKG, hingga perwakilan duta besar negara sahabat.
Dengan jumlah undangan yang besar serta kebutuhan siaran langsung, panitia mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, dan kelancaran teknis.
“Yang terpenting adalah keputusan yang dihasilkan tetap sah, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Nasaruddin juga memastikan bahwa pemilihan lokasi tidak memengaruhi substansi maupun independensi pengambilan keputusan.
Proses penetapan awal Ramadhan tetap dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sidang isbat sendiri merupakan forum resmi pemerintah untuk menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman metode penetapan kalender hijriah, sidang ini kerap menjadi momentum penting menjaga kesatuan umat. (lz)
Editor : Laila Zakiya